Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Fakfak Awali Pekpekan Meri Totora dengan Penanaman Pala Tomandin Grafting

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Adat Mbaham Matta bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak melaksanakan prosesi adat Meri Totora yang dirangkaikan dengan penanaman bibit Pala Tomandin.

Dewan Adat Mbaham Matta bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak melaksanakan prosesi adat Meri Totora yang dirangkaikan dengan penanaman bibit Pala Tomandin.

tagarutama.com, Fakfak – Dewan Adat Mbaham Matta bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak mengawali rangkaian Pekpekan Meri Totora dengan melaksanakan prosesi adat Meri Totora yang dirangkaikan dengan penanaman bibit Pala Tomandin Fakfak hasil grafting (sambung pucuk) di halaman Kantor Dewan Adat Mbaham Matta, Kamis (18/6).

Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan menuju pelaksanaan Pekpekan Meri Totora yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Selain sebagai agenda budaya, momentum ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat keberlanjutan Pala Tomandin sebagai identitas dan sumber penghidupan masyarakat Fakfak.

Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, Abnel Hegemur, mengatakan bahwa prosesi Meri Totora memiliki makna yang sangat penting karena menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai kehidupan, adat istiadat, serta tradisi menjaga pala sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Fakfak.

“Meri Totora bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah simbol penghormatan kepada leluhur, penghormatan terhadap alam, dan penghargaan atas warisan yang telah dititipkan kepada kita. Pala Tomandin bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi merupakan identitas masyarakat Fakfak yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Abnel.

Menurutnya, Pekpekan Meri Totora menjadi ruang untuk mengingat kembali pesan-pesan adat yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam serta melestarikan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Baca Juga :  Konfirmasi dan Validasi Data Sektoral Perkebunan, Dukung Publikasi Fakfak Dalam Angka 2026

“Melalui Pekpekan Meri Totora, kita mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai adat dan bersama-sama melestarikan Pala Tomandin sebagai kekayaan yang dimiliki Fakfak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak saat ini tengah fokus mengembangkan sektor pala melalui Program Strategis Daerah Pala Unggul Fakfak yang menjadi salah satu prioritas pembangunan perkebunan.

Ia menyebutkan, pengembangan Pala Tomandin dilakukan melalui teknologi grafting atau sambung pucuk untuk menghasilkan tanaman yang lebih unggul, produktif, serta tetap mempertahankan karakteristik asli Pala Tomandin Fakfak sebagai plasma nutfah khas daerah.

“Pengembangan Pala Tomandin melalui teknologi grafting merupakan bagian dari upaya memperkuat budidaya sekaligus menjaga keaslian dan mutu pala khas Fakfak. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan produktivitas berjalan seiring dengan pelestarian karakteristik asli Pala Tomandin sebagai komoditas unggulan daerah,” jelas Widhi.

Menurutnya, peningkatan kualitas pala tidak hanya bertumpu pada penerapan teknologi dan standar budidaya, tetapi juga harus diperkuat oleh nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur masyarakat Fakfak.

Ia menegaskan bahwa prosesi Meri Totora dan penerapan Sasi Kerakera memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kebun pala dan kualitas hasil panen.

Baca Juga :  Dari Euforia hingga Rasa Tenang: Ini Dampak Lari bagi Kesehatan Mental

“Kearifan lokal seperti Meri Totora dan Sasi Kerakera mengajarkan kedisiplinan dalam memanen pada waktu yang tepat, menjaga pohon tetap produktif, serta menghormati proses alam. Karena itu, penguatan mutu Pala Tomandin harus berjalan seiring antara inovasi teknologi, standar kualitas, dan pelestarian budaya,” katanya.

Widhi menambahkan, penanaman Pala Tomandin hasil grafting yang diawali dengan prosesi adat menjadi simbol bahwa pembangunan perkebunan di Fakfak tidak dapat dipisahkan dari akar budaya masyarakatnya.

“Kemajuan sektor perkebunan harus dibangun di atas fondasi adat dan budaya. Inovasi teknologi dan penghormatan kepada leluhur harus berjalan beriringan agar Pala Tomandin tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dewan Adat Mbaham Matta bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menegaskan bahwa Pekpekan Meri Totora bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum untuk memperkuat jati diri masyarakat Fakfak, menghormati jasa para leluhur, memperkuat praktik Sasi Kerakera, serta membangun komitmen bersama dalam menjaga mutu, kualitas, dan keberlanjutan Pala Tomandin Fakfak sebagai warisan budaya dan komoditas unggulan yang diharapkan terus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat di masa depan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar
Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan
Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta
KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:21 WIT

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIT

Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Berita Terbaru