Diiringi Minum Kopi dan Prosesi Meri Totora, Dinas Perkebunan Fakfak Panen Pala Bersama Keluarga Hombore

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 12:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati bersama keluarga Hombore melaksanakan prosesi adat Meri totora sebelum dilakukan panen pala, sebagai ritual penghormatan kepada Pala Tomandin.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati bersama keluarga Hombore melaksanakan prosesi adat Meri totora sebelum dilakukan panen pala, sebagai ritual penghormatan kepada Pala Tomandin.

tagarutama.com, Fakfak — Tradisi, budaya, dan keharmonisan dengan alam menjadi inti dalam panen Pala Tomandin yang digelar Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bersama kelompok binaan keluarga Hombore di Kampung Wartutin, Jumat (16/5/2025). Kegiatan ini diawali dengan minum kopi bersama, makan pinang, sirih, dan pandoko, lalu dilanjutkan dengan prosesi adat Meri Totora sebelum menuju kebun pala untuk panen.

“Kami ingin panen ini bukan hanya soal memetik hasil, tapi juga wujud penghargaan kepada alam dan warisan leluhur kami,” ujar Abner Hombore, pemilik kebun pala seluas 1 hektare yang menjadi lokasi panen.

Menurut Abner, kerja sama dengan Dinas Perkebunan Fakfak sudah terjalin selama beberapa tahun melalui program ekstensifikasi pala. Dukungan tersebut mencakup pembukaan lahan, pembinaan jarak tanam, hingga perawatan pohon.

“Kami diajarkan untuk sabar, menunggu buah pala benar-benar matang sebelum dipetik. Hasil hari ini adalah buah dari kesabaran dan kerja keras bersama,” katanya.

Baca Juga :  Pengembangan Ekonomi Fakfak: Vokasi dan Pemanfaatan Tanaman Produktif Jadi Fokus Utama

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, yang menyatakan rasa bangganya terhadap kelompok binaan yang tetap menjaga nilai-nilai adat dalam proses budidaya.

“Panen ini adalah bukti bahwa ketika tradisi dan ilmu pengetahuan berjalan beriringan, hasilnya bisa luar biasa. Apa yang dilakukan keluarga Hombore mencerminkan nilai luhur masyarakat Fakfak, yakni menghormati pohon pala bukan sekadar sebagai komoditas, tapi sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri,” tutur Widhi.

Baca Juga : Bupati Fakfak: “Pendidikan dan Kesehatan adalah Janji yang Harus Saya Tunaikan”

Prosesi Meri Totora, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan ini, digambarkan sebagai ritual penghormatan kepada Pala Tomandin, pohon pala khas Fakfak yang dianggap sebagai simbol kesuburan, keberlanjutan, dan peradaban.

Baca Juga :  BRIN dan Pemkab Fakfak Teliti Jenis Kelamin Pala Tomandin, Dorong Akurasi Penanaman dan Produktivitas

“Dalam budaya kami, pohon pala adalah ibu. Ia memberi kehidupan, rezeki, dan keteduhan. Maka kami perlakukan dengan hormat, bahkan sebelum memetiknya,” ungkap salah satu tokoh adat yang turut hadir dalam acara tersebut.

Widhi menambahkan bahwa pelestarian ritual semacam ini tak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga berperan penting dalam menjaga mutu dan keberlanjutan komoditas unggulan Fakfak.

“Kita ingin pala Fakfak bukan hanya dikenal karena kualitasnya, tapi juga karena keunikan filosofi budayanya. Itu nilai tambah yang sangat berharga, terutama untuk pasar ekspor yang kini makin menghargai proses yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal,” tambahnya.

Panen pala ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, petani, dan budaya. Sebuah model kolaborasi yang patut dijadikan contoh dalam pengelolaan komoditas lokal di Papua Barat dan Indonesia secara umum. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak
Mom’s Bakery Indonesia dan Greens And Beans Tertarik Kembangkan Produk Pala Tomandin Fakfak, Dukung Perluasan Pasar Produk Lokal Berbahan Alami
Dinas Perkebunan Fakfak Gaungkan Gerakan “Fakfak Bersih Kotaku” untuk Mendukung Fakfak Membara
Tindak Lanjut Audiensi Bupati Fakfak dengan Menteri Pertanian RI, Program Peremajaan Kelapa Resmi Dimulai

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 07:44 WIT

Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:57 WIT

Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terbaru

Pau Cubarsi dan Lamine Yamal membawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026.

Olahraga

Dua Bintang Muda Antar Spanyol Raih Gelar Juara Dunia 2026

Senin, 20 Jul 2026 - 05:27 WIT