Penangkar Pala Wajib Gunakan Benih dari BPT-PIT Tomandin Fakfak, Jaga Keaslian dan Mutu Pala Unggul

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 23:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT., bersama para petani di salah satu wilayah Blok Penghasil Tinggi (BPT) Pala Tomandin.

Foto. Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT., bersama para petani di salah satu wilayah Blok Penghasil Tinggi (BPT) Pala Tomandin.

tagarutama.com, Fakfak – Kabupaten Fakfak patut berbangga. Daerah yang dikenal sebagai “Tanah Pala” ini menjadi rumah bagi Blok Penghasil Tinggi (BPT) Pala Tomandin, sumber benih unggul yang telah diakui secara nasional melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian RI.

Sedikitnya terdapat delapan kebun BPT yang tersebar di beberapa kampung, antara lain Wurkendik, Werba, Wrikapal, Mandopma, Firma, dan Wambar. Dari delapan kebun unggulan ini tumbuh 136 pohon induk terpilih (PIT) yang menjadi sumber benih pala berkualitas tinggi, dengan produktivitas mencapai 1.500 hingga 2.000 biji per pohon setiap musim panen.

Keberadaan BPT-PIT ini bukan sekadar menjamin ketersediaan benih unggul, tetapi juga menjadi bukti bahwa petani Fakfak mampu menjaga warisan genetik pala Tomandin yang telah ditanam turun-temurun oleh leluhur mereka.

Wajib Gunakan Benih dari BPT-PIT Tomandin

Untuk menjaga standar mutu dan keaslian bibit, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak kini menegaskan bahwa seluruh penangkar pala wajib menggunakan benih yang bersumber dari BPT-PIT Tomandin.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widi Asmoro Jati, ST, MT, menuturkan bahwa kebijakan ini diambil untuk memastikan keaslian varietas pala Fakfak agar tidak tercampur dengan jenis lain yang kerap disebut pala persilangan atau pala selingkuh.

Baca Juga :  Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu

“Blok Penghasil Tinggi Pala Tomandin adalah pusat sumber benih unggul dan kebanggaan masyarakat Fakfak. Dari sinilah lahir bibit-bibit terbaik yang akan menumbuhkan masa depan pala Indonesia dari Fakfak untuk dunia,” ujar Widi Asmoro Jati.

Menurutnya, tahun ini Dinas Perkebunan memfasilitasi langsung para pemilik kebun BPT agar penangkar membeli benih hanya dari delapan kebun resmi tersebut. Harga benih pala ditetapkan sebesar Rp600 per biji, tanpa tambahan bunga atau fuliy, sesuai dengan surat edaran resmi yang telah disampaikan.

Pengawasan dan Sertifikasi Benih Diperketat

Dinas Perkebunan juga melakukan pengawasan ketat terhadap proses transaksi dan distribusi benih, guna memastikan setiap bibit pala yang dijual benar-benar berasal dari kebun yang telah divalidasi dan memiliki hak paten.

“Dengan jaminan sumber benih yang jelas, sertifikasi bibit oleh balai benih akan lebih mudah dilakukan. Ini menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas dan identitas geografis pala Tomandin,” tambah Widi.

Baca Juga :  PENAS XVII 2026: Produk Hilirisasi Pala Tomandin Fakfak Tampil Memukau di Ajang Nasional

Selain itu, dinas juga bekerja sama dengan pihak karantina untuk mengawasi peredaran benih antarwilayah. Termasuk di dalamnya, pengadaan bibit oleh berbagai instansi atau lembaga pemberi bantuan kepada petani pala.

Baca Juga : Harga Pala Tembus Rp550 Ribu, Tradisi Buka Sasi di Werfra Jadi Pesta Panen yang Berkah

Setiap penjualan bibit pala akan dikenakan retribusi daerah sebesar Rp1.000 per pohon, yang disetorkan langsung ke kas daerah sebelum mendapatkan rekomendasi izin peredaran dan sertifikat karantina.

Menjaga Identitas dan Nilai Ekonomi Pala Fakfak

Langkah penguatan sistem perbenihan ini diharapkan dapat menjaga Indikasi Geografis (IG) dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas Pala Tomandin yang telah menjadi kebanggaan Kabupaten Fakfak.

“Kami ingin memastikan nilai tambah dari pala Tomandin benar-benar kembali untuk masyarakat melalui peningkatan layanan publik dan pemberdayaan petani,” tutup Widi Asmoro Jati.

Dengan kebijakan ini, Fakfak menegaskan komitmennya untuk menjaga keaslian, mutu, dan keberlanjutan pala Tomandin, agar tetap menjadi ikon rempah unggulan Indonesia di mata dunia. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar
Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan
Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta
KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:21 WIT

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIT

Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Berita Terbaru