Aksi Damai Greenpeace Soroti Jejak Nikel yang Mengancam Raja Ampat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-  Spanduk bertuliskan “Protect Raja Ampat, Stop Dirty Energy” dan “Is Your Car Powered by Forest Destruction?” dibentangkan dalam pembukaan gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 (foto : Greenpeace.org)

- Spanduk bertuliskan “Protect Raja Ampat, Stop Dirty Energy” dan “Is Your Car Powered by Forest Destruction?” dibentangkan dalam pembukaan gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 (foto : Greenpeace.org)

tagarutama.com, Jakarta –  Spanduk bertuliskan “Protect Raja Ampat, Stop Dirty Energy” dan “Is Your Car Powered by Forest Destruction?” dibentangkan dalam pembukaan gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Tangerang, Banten 30 Juli 2026 kemarin.

Aksi damai ini merupakan bentuk keseriusan Greenpeace dalam menyoroti hasil laporannya yang berjudul “Surga Tak Terlindungi” di Raja Ampat masih rentan terhadap kerusakan lingkungan.

Greenpeace menyerukan kepada industri otomotif, agar dapat memastikan transisi menuju kendaraan listrik, tidak dilakukan dengan mengorbankan alam. Para produsen kendaraan listrik harus tahu tentang muasal energi yang mereka gunakan tidak terhubung dengan sumber tambang yang menyebabkan deforestasi dan kerusakan lingkungan.

“Kami mendesak para pelaku rantai pasok, termasuk produsen baterai kendaraan listrik, untuk menginvestigasi rantai pasok mereka, serta secara jelas dan terbuka menolak suplai nikel yang berasal dari tambang-tambang di Raja Ampat atau area-area yang penting untuk keanekaragaman hayati dan Masyarakat Adat,” kata Anggi Putra Prayoga, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.Dikutip dari laman Greenpeace.org (04/08)

Baca Juga :  Pala Tomandin Fakfak Tampil di UMKM EXPO(RT) 2025, Perluas Akses Pasar Global

Trend global elektrifikasi kendaraan bermotor mendorong Pemerintah Indonesia melakukan langkah-langkah transisi energi namun hal ini memicu banyaknya pertambangan nikel yang tak sejalan dengan transisi energi berkeadilan, misalnya di Raja Ampat yang telah terjadi deforestasi lebih dari 500 hektare di pulau-pulau kecil yang seharusnya tak boleh ditambang.

Anggi menjelaskan, Greenpeace Indonesia mendukung transisi energi agar tidak terdampak krisis iklim karena ketergantungan energi fosil. Namun,  Greenpeace mendesak perlu juga transisi energi berkeadilan yang mengedepankan lingkungan hidup, keadilan sosial, dan hak-hak Masyarakat Adat.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Tegaskan Perang Bersama Melawan Narkotika

Sementara itu menyoalkan laporan Greenpeace di Raja Ampat, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Belgis Habiba mengatakan meski pada bulan Juni lalu Pemerintah Indonesia telah mencabut empat dari lima izin tambang nikel namun kebijakan itu belum terlihat serius.

“Greenpeace ingin menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia bahwa perhatian kami masih tertuju ke Raja Ampat. Sedikit sekali bukti bahwa pemerintah Indonesia serius melindungi Raja Ampat dari ancaman industri ekstraktif dan memulihkan lingkungan yang rusak akibat tambang nikel,” kata Belgis Habiba

Greenpeace Indonesia menilai masih ada ancaman dan penggunaan energi kotor serta dampak pertambangan nikel terhadap hutan dan ekosistem laut Raja Ampat. (TU/JM)

(sumber :Greenpeace.org)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPK RI Nyatakan Pengelolaan Dana Bantuan Politik PKS Tahun 2025 Sesuai Ketentuan
Audience Hangat Bupati Fakfak dan Menteri Pertanian RI: “Pala dan Kelapa, Masa Depan Ekonomi Fakfak”
Lima Pekebun Pala Fakfak Wakili Papua Barat dalam Konsolidasi Pertanian Papua 2026 di Jakarta
Akhirnya Tembus 20 Besar Nasional, Duta Pala Fakfak Mega Kapaur Siap Harumkan Nama Daerah di PENAS XVII Gorontalo
Perkuat Mandatory ISPO dan Program B50, Fakfak Hadir Bersama 45 Peserta Se-Indonesia Dorong Sawit Berkelanjutan dan Perkebunan Rakyat
Cak Imin: Pekerja Adalah Aset Bangsa yang Wajib Dilindungi
Kemenhaj Sambut Fatwa Muhammadiyah soal Penyembelihan Dam di Tanah Air
Menbud–Dubes Jerman Bahas Pembaruan Kerja Sama Budaya dan Repatriasi Fosil Sangiran

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:54 WIT

Aksi Damai Greenpeace Soroti Jejak Nikel yang Mengancam Raja Ampat

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:18 WIT

BPK RI Nyatakan Pengelolaan Dana Bantuan Politik PKS Tahun 2025 Sesuai Ketentuan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:40 WIT

Audience Hangat Bupati Fakfak dan Menteri Pertanian RI: “Pala dan Kelapa, Masa Depan Ekonomi Fakfak”

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:17 WIT

Lima Pekebun Pala Fakfak Wakili Papua Barat dalam Konsolidasi Pertanian Papua 2026 di Jakarta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:49 WIT

Akhirnya Tembus 20 Besar Nasional, Duta Pala Fakfak Mega Kapaur Siap Harumkan Nama Daerah di PENAS XVII Gorontalo

Berita Terbaru

Pau Cubarsi dan Lamine Yamal membawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026.

Olahraga

Dua Bintang Muda Antar Spanyol Raih Gelar Juara Dunia 2026

Senin, 20 Jul 2026 - 05:27 WIT