tagarutama.com, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak melalui Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mengampanyekan gerakan “Fakfak Bersih Kotaku” dengan mengusung tagline “Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari.”
Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan perkebunan dan ruang-ruang publik, sebagai bagian dari upaya menciptakan Fakfak yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.
Bertepatan dengan Hari Alergi Sedunia yang diperingati setiap 8 Juli, Dinas Perkebunan Fakfak memasang sejumlah keranjang sampah di area halte kendaraan dan titik berkumpul masyarakat di sekitar lingkungan kantor. Langkah ini menjadi simbol sekaligus sarana edukasi agar masyarakat semakin terbiasa membuang sampah pada tempatnya.
Selain sebagai tempat pembuangan sampah, setiap keranjang memuat pesan sederhana namun penuh makna:
“Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari.”
Pesan tersebut mengajak masyarakat untuk tidak mewariskan persoalan pencemaran lingkungan kepada generasi mendatang. Sebaliknya, yang perlu diwariskan adalah kebun yang bersih, tanah yang subur, sumber air yang terjaga, serta lingkungan yang tetap lestari sebagai penopang kehidupan masyarakat Fakfak.
Sampah plastik yang dibuang sembarangan bukan hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi tempat menumpuknya debu, jamur, dan berbagai alergen yang berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama bagi anak-anak maupun masyarakat yang memiliki riwayat alergi. Di sisi lain, plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai sehingga dapat mencemari tanah, menyumbat saluran air, merusak ekosistem, serta menurunkan kualitas kawasan perkebunan.
Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga produktivitas perkebunan, kualitas hasil panen, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, mengatakan bahwa gerakan tersebut lahir dari kepedulian terhadap masih banyaknya sampah plastik yang ditemukan di sepanjang jalan, halte, kawasan perkebunan, maupun fasilitas umum.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dimulai dari tindakan sederhana, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Karena itu kami membuat dan memasang keranjang sampah di sekitar halte dan lingkungan kantor agar masyarakat memiliki tempat yang mudah dijangkau untuk membuang sampah. Kami berharap langkah sederhana ini mampu mengurangi sampah plastik yang berserakan di ruang publik maupun kawasan perkebunan,” ujarnya.
Menurut Widhi, tagline “Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari” merupakan ajakan moral bagi seluruh masyarakat agar menjadikan kebersihan sebagai warisan bagi generasi penerus.
“Kita tidak boleh mewariskan persoalan lingkungan kepada anak cucu kita. Yang harus kita tinggalkan adalah kebun yang bersih, tanah yang subur, air yang jernih, dan lingkungan yang sehat agar terus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat Fakfak,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap model keranjang sampah yang sederhana, kuat, dan mudah dibuat tersebut dapat diadopsi oleh berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, sekolah, pemerintah kampung, rumah ibadah, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.
“Semakin banyak tempat sampah tersedia di ruang publik, semakin mudah pula masyarakat membangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Kami berharap keranjang sampah seperti ini hadir di berbagai lokasi sebagai simbol Gerakan Fakfak Bersih Kotaku,” tambahnya.
Tidak hanya itu, sampah plastik yang terkumpul nantinya juga akan diarahkan menjadi bagian dari pengembangan Bank Sampah Plastik. Melalui sistem pemilahan dan daur ulang, sampah dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di Kabupaten Fakfak.
“Kami ingin sampah plastik tidak berhenti sebagai limbah. Melalui Bank Sampah, plastik dapat dipilah, didaur ulang, bahkan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Dengan cara ini, kita menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Widhi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Melalui semangat Fakfak Membara, Dinas Perkebunan Fakfak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memulai perubahan dari langkah sederhana, yaitu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebun tetap bersih, hijau, dan produktif.
Gerakan “Fakfak Bersih Kotaku” diharapkan berkembang menjadi budaya masyarakat yang memperkuat citra Kabupaten Fakfak sebagai daerah yang bersih, hijau, sehat, dan ramah lingkungan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor perkebunan, tetapi juga mendukung pariwisata, investasi, kesehatan masyarakat, serta kualitas hidup secara keseluruhan.
Sebagaimana pesan yang terus digaungkan dalam kampanye ini, perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil.
“Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari.”
“Fakfak Bersih Kotaku, Fakfak Membara untuk Masa Depan.”
“Satu Keranjang Sampah, Sejuta Manfaat bagi Lingkungan, Kebun, dan Generasi Mendatang.” (TU.01)










