Lestarikan Pinang Endemik Fakfak, Dinas Perkebunan Tanam 1.600 Bibit di Kampung Kiat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERTAK (Gerakan Tanam Kebun Fakfak) dipimpin Imelda Hegemur menanam Sebanyak 1.600 bibit pinang pada lahan seluas satu hektare di Kampung Kiat.

GERTAK (Gerakan Tanam Kebun Fakfak) dipimpin Imelda Hegemur menanam Sebanyak 1.600 bibit pinang pada lahan seluas satu hektare di Kampung Kiat.

tagarutama.com, Fakfak – Upaya menjaga kelestarian tanaman pinang sebagai salah satu komoditas khas dan bagian dari identitas budaya masyarakat Fakfak terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan bersama Kelompok Tani Wedi Kendik melaksanakan penanaman sebanyak 1.600 bibit pinang pada lahan seluas satu hektare di Kampung Kiat.

Kegiatan yang dipimpin Ketua Kelompok Wedi Kendik, Saban Kutanggas dan Ismail Pauspaus tersebut menjadi langkah nyata dalam mengembangkan komoditas lokal sekaligus melestarikan tanaman endemik yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang kuat bagi masyarakat Fakfak.

Tim GERTAK (Gerakan Tanam Kebun Fakfak) yang dipimpin Imelda Hegemur menjelaskan bahwa seluruh proses penanaman dilakukan dengan mengikuti standar teknis budidaya perkebunan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan produktivitas yang tinggi di masa mendatang.

Sebanyak 1.600 bibit ditanam menggunakan pola jarak tanam 2,5 meter x 2,5 meter. Selain pemasangan ajir yang teratur, setiap lubang tanam telah dipersiapkan sesuai ketentuan teknis untuk mendukung pertumbuhan tanaman sejak awal.

“Pengaturan jarak tanam yang tepat memberikan ruang tumbuh yang ideal bagi setiap pohon. Selain mempercepat perkembangan akar dan tajuk, metode ini juga mempermudah pemeliharaan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga proses panen nantinya,” jelas Imelda.

Ia menambahkan, penataan tanaman yang seragam memungkinkan sinar matahari diterima secara merata oleh seluruh pohon sehingga mampu meningkatkan produktivitas kebun dan memperpanjang masa produksi tanaman pinang.

Mewakili Kelompok Wedi Kendik, Ismail Pauspaus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak yang tidak hanya memberikan bantuan bibit, tetapi juga turun langsung mendampingi masyarakat dalam proses penanaman.

Baca Juga :  Dua Buku Karya Monumental Diluncurkan: Perkuat Literasi dan Sektor Perkebunan di Hari Perkebunan Nasional ke-67

“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Fakfak dan Dinas Perkebunan yang hadir bersama masyarakat hingga ke lokasi kebun. Pendampingan yang diberikan membuat kami semakin yakin dan bersemangat untuk mengembangkan pinang sebagai sumber penghidupan masyarakat Kampung Kiat,” ujarnya.

Menurut Ismail, pinang merupakan tanaman yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan karena permintaan pasar yang relatif stabil serta dapat dipanen dalam jangka waktu panjang. Selain memberikan pendapatan bagi keluarga, keberadaan kebun pinang juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lahan dan memperkuat perekonomian kampung.

Ia menilai pengembangan komoditas tersebut juga membuka peluang usaha bagi generasi muda sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi mengunyah pinang yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Fakfak.

“Pinang selalu hadir dalam berbagai kegiatan adat, penyambutan tamu, musyawarah kampung, hingga acara kekeluargaan. Karena itu, menanam pinang bukan hanya untuk memperoleh hasil ekonomi, tetapi juga menjaga warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Fakfak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menegaskan bahwa pinang merupakan salah satu tanaman endemik yang memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan masyarakat Papua, khususnya di Fakfak.

“Pinang bukan sekadar komoditas perkebunan. Tanaman ini memiliki makna sosial dan budaya yang sangat kuat karena menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat serta hadir dalam berbagai prosesi adat sebagai simbol penghormatan, persaudaraan, dan komunikasi,” ungkap Widhi.

Baca Juga :  PENAS XVII 2026: Produk Hilirisasi Pala Tomandin Fakfak Tampil Memukau di Ajang Nasional

Menurutnya, pelestarian pinang harus berjalan beriringan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis komoditas lokal.

Selain pinang, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga terus mendorong pengembangan berbagai produk unggulan berbasis kearifan lokal seperti sirih, kapur sirih, tembakau negeri, pandoki, dan kopi agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

“Kami ingin komoditas lokal menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Terutama bagi mama-mama Orang Asli Papua yang selama ini menjadi pelaku utama perdagangan hasil kebun sekaligus penjaga tradisi budaya daerah,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat adat, Pemerintah Kabupaten Fakfak pada tahun 2026 juga merencanakan pembangunan 10 unit Pondok Pinang Khomweria sebagai proyek percontohan. Fasilitas tersebut akan menjadi pusat penjualan pinang, sirih, kapur sirih, tembakau negeri, pandoki, kopi, serta berbagai hasil kebun lainnya yang dikelola oleh mama-mama OAP dalam lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan tertata.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat) yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penanaman 1.600 bibit pinang di Kampung Kiat ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap keberadaan pinang tidak hanya menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi juga simbol ketahanan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan identitas budaya yang terus diwariskan kepada generasi mendatang. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesbangpol Fakfak Sosialisasikan Tata Kelola dan Legalitas Ormas untuk Perkuat Peran Organisasi di Masyarakat
Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026
BBPPTP Ambon Sertifikasi 40 Ribu Bibit Pala Tomandin Fakfak, Perkuat Ketersediaan Bibit Unggul Bersertifikat
PENAS XVII 2026: Produk Hilirisasi Pala Tomandin Fakfak Tampil Memukau di Ajang Nasional
Dorong Ekonomi Rakyat, Pemda Fakfak Kembangkan Tembakau Negeri Seluas 1 Hektare di Teluk Patipi dan Kramongmongga
Kesbangpol Fakfak Monitoring Sekretariat Partai Politik, DPD PKS Apresiasi Langkah Pembinaan
Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Fakfak Awali Pekpekan Meri Totora dengan Penanaman Pala Tomandin Grafting
Yayasan Akape Inma dan Dinas Perkebunan Fakfak Bersinergi Perkuat Data Petani dan Hilirisasi Pala Tomandin

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03 WIT

Lestarikan Pinang Endemik Fakfak, Dinas Perkebunan Tanam 1.600 Bibit di Kampung Kiat

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:41 WIT

Kesbangpol Fakfak Sosialisasikan Tata Kelola dan Legalitas Ormas untuk Perkuat Peran Organisasi di Masyarakat

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:33 WIT

Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:14 WIT

BBPPTP Ambon Sertifikasi 40 Ribu Bibit Pala Tomandin Fakfak, Perkuat Ketersediaan Bibit Unggul Bersertifikat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:05 WIT

Dorong Ekonomi Rakyat, Pemda Fakfak Kembangkan Tembakau Negeri Seluas 1 Hektare di Teluk Patipi dan Kramongmongga

Berita Terbaru