tagarutama.com, Fakfak – Dalam rangka memastikan kualitas dan legalitas komoditas unggulan daerah, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah pelaku usaha grosir pala yang terlibat dalam perdagangan antar pulau.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran masyarakat dan pemangku kepentingan terkait potensi penurunan mutu serta maraknya peredaran produk yang tidak sesuai standar.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Abdul Jalil Karoror, SP, MM, memimpin langsung kegiatan ini bersama tim pengawasan yang terdiri dari George Waruma, S.ST dan Ali Muin Hobrouw, A.Md. Dalam sidak tersebut, tim membawa alat Moisture Meter Portabel untuk mengukur kadar air dalam produk pala yang telah dikemas di dalam karung.
“Kami ingin memastikan bahwa komoditas unggulan seperti pala Tomandin tidak hanya terjaga kualitasnya, tetapi juga diperdagangkan sesuai aturan, agar tidak merugikan petani maupun konsumen,” ujar Abdul Jalil Karoror.
Petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi fisik produk, kadar air, serta kelengkapan dokumen pengiriman. Temuan ini akan menjadi dasar evaluasi dan pembinaan lebih lanjut terhadap pelaku usaha.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menyatakan bahwa sidak ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas dan reputasi pala Fakfak sebagai produk unggulan yang berdaya saing tinggi, baik di pasar domestik maupun ekspor.
“Kalau asal-usul dan mutu produk sudah terjamin, tentu kepercayaan pembeli dari luar daerah akan meningkat. Ini penting untuk menjaga kelangsungan usaha dan nama baik Fakfak sebagai Kota Pala,” tegas Widhi Asmoro.
Ia juga mengingatkan bahwa tindakan pelaku usaha yang memaksakan pengiriman produk tanpa memenuhi standar mutu, seperti kadar air yang melebihi batas, sangat berisiko dan bisa dikenakan sanksi tegas.
“Kami imbau kepada seluruh pelaku usaha agar tidak tergoda melakukan praktik curang. Mutu produk adalah tanggung jawab bersama. Jika kita sembarangan, bukan hanya satu pelaku usaha yang rugi, tapi seluruh ekosistem niaga pala di Fakfak bisa terdampak,” tambahnya.
Widhi juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pasar agar harga pala tetap stabil dan tidak jatuh akibat pengolahan yang tidak profesional.
“Menjaga mutu bukan sekadar soal aturan, tapi bentuk kecintaan kita terhadap pala sebagai identitas Fakfak. Mari kita jaga bersama produk kebanggaan ini agar terus memberi nilai ekonomi bagi semua pihak,” pungkasnya.
Langkah pengawasan ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi semua pelaku usaha untuk terus meningkatkan standar pengolahan dan distribusi pala, demi keberlangsungan industri rempah khas Fakfak yang telah dikenal hingga ke pasar global. (TU.01)