Pandangan Umum Fraksi Amanat Bintang Sejahtera Terhadap Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Fakfak Tahun Anggaran 2024

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 Oktober 2024 - 12:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru bicara sekaligus Ketua Fraksi ABS Imam, S.Pd.I menyampaikan pandangan Akhir fraksi ABS terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2024 (Dok. Sekwan Fakfak)

Juru bicara sekaligus Ketua Fraksi ABS Imam, S.Pd.I menyampaikan pandangan Akhir fraksi ABS terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2024 (Dok. Sekwan Fakfak)

tagarutama.com, Fakfak – Fraksi Amanat Bintang Sejahtera (ABS) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Fakfak menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2024 dalam rapat paripurna 30 September 2024 di gedung Sidang Paripurna DPR Kabupaten Fakfak.

Fraksi ABS yang berisi gabungan dari beberapa partai yaitu Partai PAN, PBB dan PKS dengan Imam, S.Pd.I dari PKS selaku Ketua Fraksi, Abdul Karim Woretma, SH. M.Si dari PAN selaku Wakil Ketua Fraksi, Erni Fajar Wa Ode, S.AK dari PBB selaku Sekretaris Fraksi, Muhammad Amin Samai, S.AP dari PKS selaku Anggota Fraksi dan Abdul Rahman, SP dari PBB selaku anggota Fraksi.

Baca Juga : Asosiasi Perlindungan Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak: Perketat Pengawasan Kualitas Produk Pala Tomandin

Fraksi ABS mengajukan sejumlah pertanyaan, catatan, serta saran terkait berbagai isu penting yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Fakfak. Melalui Juru bicara sekaligus Ketua Fraksi ABS Imam, S.Pd.I menyampaikan beberapa hal.

Pelayanan Kesehatan Terhambat

Salah satu perhatian utama yang disoroti oleh Fraksi ABS adalah terkait pelayanan kesehatan di RSUD Fakfak, terutama mengenai keberadaan dua dokter spesialis bedah yang saat ini bertugas di luar daerah. Menurut Fraksi ABS, sejumlah pasien telah menunggu selama satu minggu untuk mendapatkan pelayanan medis. Fraksi ini meminta penjelasan pemerintah daerah atas kondisi tersebut, mengingat program kesehatan merupakan kewajiban yang harus segera diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga : UPBU dan Dinas Perkebunan Fakfak Tanam Pala: Mewujudkan Pelestarian dan Keindahan di Bandara Siboru

Pasar Thumburuni Belum Difungsikan

Baca Juga :  Saleh Siknun Serap Aspirasi Masyarakat Fakfak, Dari Infrastruktur hingga Kesejahteraan Sosial

Fraksi ABS juga menyoroti lambannya penyelesaian pelataran pasar Thumburuni yang sudah selesai dibangun namun belum difungsikan. Pasar rakyat tersebut merupakan harapan masyarakat Fakfak, tetapi keterlambatan penataan area parkir membuat fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan. Fraksi ABS mendesak pemerintah daerah untuk memberikan kejelasan terkait kapan penyelesaian pelataran tersebut dapat diselesaikan.

Proyek Infrastruktur Strategis

Selain itu, Fraksi ABS mempertanyakan perkembangan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang terkait dengan pembangunan jalan menuju Bandara Siboru dan proyek Pupuk Fakfak yang masuk dalam program strategis nasional. Fraksi ini meminta penjelasan mengenai sejauh mana progres penyusunan AMDAL untuk kedua proyek tersebut.

Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan Legalitas Lahan

Baca Juga :  Jaga Tanaman Lestari, Selamatkan Lingkungan Fakfak: Dinas Perkebunan Imbau Warga Tak Cabut Tanaman Reklamasi Thumburuni

Terkait Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang disiapkan di area kuburan Covid, Fraksi ABS mengkritisi kondisi tempat tersebut yang tidak ditata dengan baik serta akses jalan yang belum tersedia. Fraksi ini meminta penjelasan mengenai keabsahan lokasi TPU serta sertifikat yang menyertainya.

Kesejahteraan Guru dan Program Pendidikan

Fraksi ABS juga menyoroti kesejahteraan guru, khususnya guru bersertifikasi yang mengajar 24 jam per minggu. Untuk menambah penghasilan, para guru diizinkan menambah jam mengajar dengan melaporkannya kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Fraksi ini mempertanyakan apakah anggaran untuk tambahan jam mengajar tersebut sudah disediakan dalam perubahan APBD 2024.

Selain itu, Fraksi ABS meminta data terkait program pendidikan, termasuk program ADIK, ADEM, serta bantuan pendidikan untuk 1.500 mahasiswa. Data tersebut diperlukan agar DPRD dapat melakukan pengawasan yang baik terhadap penggunaan anggaran sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam akhir penyampaian pandangan umum Fraksi ABS berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Fakfak dapat memberikan penjelasan atas seluruh pertanyaan dan catatan yang telah disampaikan, demi tercapainya pelayanan yang lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Fakfak. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas
Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu
Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global
Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026
Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:11 WIT

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas

Jumat, 10 April 2026 - 12:20 WIT

Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIT

Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global

Selasa, 7 April 2026 - 18:24 WIT

Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani

Kamis, 2 April 2026 - 13:47 WIT

Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina

Berita Terbaru