tagarutama.com, Jakarta – Kenaikan harga bahan plastik dinilai mulai memberi tekanan pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta. Untuk merespons kondisi tersebut, Komisi B DPRD DKI Jakarta mendorong penggunaan alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan sekaligus stabil dari sisi harga.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, menilai bahwa situasi ini bisa menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi penggunaan kemasan pada sektor UMKM. Menurutnya, inovasi dalam kemasan tidak hanya membantu menekan biaya produksi, tetapi juga mendukung upaya keberlanjutan lingkungan.
“Perlu ada langkah cepat untuk menekan lonjakan biaya usaha, sekaligus strategi jangka panjang melalui pemanfaatan kemasan alternatif. Dengan begitu, UMKM di Jakarta bisa tetap bersaing di tengah perubahan pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini penting terutama bagi pelaku UMKM yang berada dalam pembinaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, agar mereka tidak terbebani oleh fluktuasi harga bahan baku yang tidak menentu.
Komisi B, lanjut Ade, akan menginisiasi pembahasan lintas sektor bersama dinas terkait, seperti bidang perekonomian, perdagangan, dan UMKM. Langkah tersebut bertujuan merumuskan kebijakan konkret agar dampak kenaikan harga plastik tidak meluas hingga memengaruhi daya beli masyarakat.
“Yang harus dijaga adalah keseimbangan antara keberlanjutan usaha dan kemampuan konsumen dalam membeli produk. Ini bukan sekadar isu pelaku usaha, tapi juga menyangkut stabilitas ekonomi warga,” tegasnya.
Ia berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, akan lahir solusi inovatif yang mampu menjaga daya saing UMKM sekaligus mendukung peralihan menuju praktik usaha yang lebih ramah lingkungan. (TU.01)










