Meki Nawipa Tegaskan Perkuat Program Beasiswa Untuk OAP Tengah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:42 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa anak-anak orang asli Papua (OAP) Tengah termasuk anak Koteka bukanlah kelompok yang tertinggal (foto : koreri)

Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa anak-anak orang asli Papua (OAP) Tengah termasuk anak Koteka bukanlah kelompok yang tertinggal (foto : koreri)

tagarutama.com, Ilaga – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa anak-anak Orang Asli Papua (OAP) Tengah, termasuk yang masih mengenakan koteka, tidak bisa dipandang sebagai kelompok yang tertinggal. Pandangan tersebut justru dinilainya sebagai bentuk pelecehan terhadap identitas dan martabat orang Papua yang masih memegang teguh nilai budaya leluhur.

Menurut Meki, simbol-simbol adat seperti koteka, kalung tradisional, hingga bulu kasuari merupakan kekayaan budaya yang patut dibanggakan, bukan alasan untuk mendiskreditkan masyarakat Papua.

“Budaya itu jati diri. Orang Papua masih menjaga identitasnya dengan kuat, dan itu adalah sesuatu yang luar biasa. Jangan sampai kita sendiri merasa rendah hanya karena berbeda,” ujar Gubernur Meki Nawipa saat menyerahkan bantuan laptop kepada siswa SMA di Kabupaten Puncak, Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan, di tengah derasnya modernisasi, banyak daerah lain justru kehilangan akar budaya mereka. Sementara Papua masih memiliki kekuatan budaya yang perlu terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga menunaikan janjinya dengan memberikan laptop kepada para peserta sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan semata perangkat teknologi, melainkan simbol kepercayaan pemerintah kepada masa depan anak-anak Papua Tengah.

Baca Juga :  Rumah Solidaritas Papua Desak Pemerintah Evaluasi Pendekatan Keamanan di Tanah Papua

“Laptop ini adalah pintu pengetahuan. Pemerintah mungkin tidak bisa memberi segalanya, tapi kami percaya kalian adalah calon pemimpin masa depan Papua Tengah,” katanya.

Lebih jauh, Meki Nawipa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memperjuangkan 2.714 beasiswa pada tahun ini, termasuk yang bersumber dari program nasional seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP). Selain itu, pemerintah provinsi juga menargetkan penyediaan 100 beasiswa pendidikan dokter bagi anak asli Papua Tengah dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Ia menekankan bahwa kesempatan pendidikan terbuka bagi seluruh anak Papua tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial.

“Anak petani, anak kampung, bahkan anak yatim pun punya hak yang sama untuk sekolah dan kuliah setinggi-tingginya. Pemerintah hadir untuk itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi

Gubernur juga mengapresiasi pemerintah kabupaten yang telah lebih dulu menyalurkan bantuan pendidikan bagi ratusan anak Papua Tengah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia Papua yang berkualitas.

Selain sektor pendidikan, Meki Nawipa turut menyinggung kondisi keamanan di wilayah Ilaga dan sekitarnya yang dinilai semakin kondusif. Ia menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat atas upaya menjaga stabilitas keamanan.

“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Kalau situasi aman, kita bisa fokus menata masa depan dan meninggalkan konflik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga akan membangun asrama pendidikan representatif di Ilaga guna mendukung pembinaan generasi muda Papua.

Menutup sambutannya, Gubernur kembali menekankan pentingnya pendidikan dan integritas sebagai bekal kepemimpinan di masa depan.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, siapkan diri sebaik mungkin, lalu kembali membangun daerah ini. Hal-hal yang kurang baik kita perbaiki bersama,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar
Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan
Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta
KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:21 WIT

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIT

Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Berita Terbaru