Lewat Rakornis, Fakfak Perjuangkan Pala Masuk Agenda Strategis Papua Barat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 09:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakornis Perencanaan Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026 yang digelar selama dua hari, 23–24 April 2026, di Manokwari.

Rakornis Perencanaan Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026 yang digelar selama dua hari, 23–24 April 2026, di Manokwari.

tagarutama.com, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mendorong komoditas unggulan daerah, khususnya pala, agar mendapat porsi strategis dalam arah pembangunan pertanian Provinsi Papua Barat tahun 2027. Upaya ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perencanaan Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026 yang digelar selama dua hari, 23–24 April 2026, di Manokwari.

Mengangkat tema “Arah Pembangunan Pertanian Papua Barat yang Terencana, Terpadu, dan Berkelanjutan,” forum tersebut menjadi ruang sinkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, Rakornis juga difokuskan untuk merumuskan langkah pembangunan pertanian yang lebih terarah, terukur, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Nency Titty L. Wyzer, yang mewakili gubernur. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pertanian bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga menjadi fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penggerak ekonomi di Papua Barat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kultum Tarawih Malam ke-29 di Masjid Al Munawwarah Fakfak: Jamaah Diajak Bijak Menyikapi Perbedaan Penetapan Idul Fitri

Dari hasil pembahasan, forum tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya penguatan sistem pertanian yang produktif, inklusif, dan berbasis potensi lokal. Fokus utama diarahkan pada peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan, sejalan dengan visi pembangunan Papua Barat 2025–2029.

Rakornis juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta peningkatan efektivitas program, agar setiap kebijakan benar-benar memberi dampak nyata, terutama bagi Orang Asli Papua (OAP). Seluruh usulan dari daerah akan menjadi dasar dalam penyusunan program dan penganggaran sektor pertanian tahun 2027.

Dalam sesi desk pembahasan, Dinas Perkebunan Fakfak melalui Kepala Bidang Perlindungan Tanaman, Konstantinus Uswanas, memaparkan sejumlah program prioritas. Fokus utama diarahkan pada penyediaan dan pengembangan sarana pertanian guna memperluas areal tanam pala, sekaligus mendorong komoditas perkebunan lain seperti kopi dan kelapa.

Tidak hanya itu, perhatian juga diberikan pada penguatan sektor pascapanen dan hilirisasi. Usulan yang diajukan meliputi pembangunan rumah produksi, fasilitas pengolahan pala modern, jalan usaha tani, hingga greenhouse. Program-program tersebut disusun berdasarkan hasil Musrenbang Distrik, Forum OPD, dan Musrenbang Kabupaten tahun 2026.

Baca Juga :  Perkuat Identitas Daerah, Fakfak Jadikan Pala Tomandin Materi Edukasi dan Inovasi Siswa

Pemerintah Fakfak menilai, dukungan dari pemerintah provinsi sangat diperlukan agar pengembangan komoditas unggulan dapat berjalan optimal.

“Kami berharap perhatian pemerintah provinsi tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan hilirisasi, sarana pascapanen, akses infrastruktur kebun, serta peningkatan kapasitas petani,” ungkapnya.

Menurutnya, jika pembangunan sektor perkebunan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, maka pala tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian. Dengan kerja sama yang solid, program yang dirancang diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka secara langsung. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar
Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan
Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta
KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:21 WIT

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIT

Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Berita Terbaru