Pala Tomandin: Simbol Identitas Fakfak yang Mendunia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Desember 2024 - 15:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perkebunan Fakfak menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Pala Tomandin dari Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat dengan tujuan agar Pala Tomandin tetap terjaga keaslian dan diakui sebagai komoditi asli Fakfak.

Dinas Perkebunan Fakfak menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Pala Tomandin dari Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat dengan tujuan agar Pala Tomandin tetap terjaga keaslian dan diakui sebagai komoditi asli Fakfak.

tagarutama.com, Fakfak – Pala Tomandin bukan sekadar komoditas unggulan Kabupaten Fakfak, ia adalah warisan budaya dan identitas yang mencerminkan kekayaan alam Fakfak. Untuk menjaga keaslian dan keberlanjutannya, Dinas Perkebunan Fakfak menggelar monitoring dan evaluasi (monev) pada Selasa, 10 Desember 2024, yang bertepatan dengan Hari Perkebunan Nasional ke-67. Kegiatan ini bertujuan memperkuat perlindungan hukum terhadap Pala Tomandin demi menjaga statusnya sebagai komoditas kebanggaan Fakfak.

Acara tersebut berlangsung di ruang Kepala Dinas Perkebunan Fakfak dan dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Fakfak, Arobby Hindom, S.Sos., M.Si., Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T.; serta Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Papua Barat, Achmad Djunaidi, S.E., yang memberikan pandangan strategis untuk melindungi dan mempromosikan Pala Tomandin.

Perlindungan Keaslian dan Identitas Produk

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menekankan pentingnya perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Pala Tomandin.

“Kami berkomitmen memastikan keaslian produk Pala Tomandin terlindungi dari eksploitasi dan penggunaan tanpa izin. Langkah nyata yang kami ambil meliputi pengawasan ketat terhadap pengiriman bibit melalui kerja sama dengan pihak karantina, sertifikasi bibit untuk menjaga mutu, serta pembentukan masyarakat perlindungan Indikasi Geografis,” ungkap Widhi.

Baca Juga : Dua Buku Karya Monumental Diluncurkan: Perkuat Literasi dan Sektor Perkebunan di Hari Perkebunan Nasional ke-67

Ia juga menyampaikan bahwa melalui program Gerakan Tanam Kebun Fakfak, luas lahan dan produktivitas kebun Pala Tomandin terus ditingkatkan. Selain itu, promosi produk turunan, seperti minyak pala dan olahan lainnya, terus digencarkan untuk memperluas pangsa pasar di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta

Inovasi Proteksi dan Promosi Produk

Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Papua Barat, Achmad Djunaidi, menyoroti pentingnya inovasi dalam melindungi Pala Tomandin.

“Kami mendorong adanya pelabelan produk turunan serta penggunaan karung khusus berlabel sebagai langkah proteksi sekaligus peningkatan daya saing di pasar global,” jelas Djunaidi.

Menurutnya, potensi ekspor Pala Tomandin akan semakin besar jika perlindungan hukum dan strategi promosi dilakukan secara maksimal.

“Dengan perlindungan yang baik, Pala Tomandin bisa menjadi ikon global, membawa nama Fakfak sebagai penghasil pala berkualitas dunia,” tambahnya.

Baca Juga :  PKS Fakfak Resmi Buka Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah, Lukman : Semua Punya Kesempatan

Menginspirasi Pengembangan Komoditas Lokal Lain

Asisten II Setda Fakfak, Arobby Hindom, turut mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Dinas Perkebunan. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan komoditas lokal lainnya, seperti durian dan cempedak.

“Kami optimistis bahwa produk-produk lokal Fakfak lainnya memiliki peluang besar untuk mendapatkan pengakuan Indikasi Geografis dan HAKI. Namun, hal ini memerlukan kerja keras, inovasi, dan sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Menuju Daya Saing Global

Widhi Asmoro Jati menambahkan bahwa kolaborasi dengan Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat sangat membantu dalam menjaga keaslian Pala Tomandin.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan ini. Dengan perlindungan hukum yang kuat, Pala Tomandin dapat menjadi ikon kebanggaan Fakfak yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tutupnya.

Langkah ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam melestarikan warisan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pala Tomandin bukan hanya simbol identitas, tetapi juga aset berharga yang siap membawa Fakfak ke panggung dunia. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar
Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan
Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta
KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:21 WIT

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIT

Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Berita Terbaru