Petani Fakfak Belajar ke Ambon, Produksi Minyak Kayu Putih Siap Tembus Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 07:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. kunjungan belajar pelaku usaha produksi minyak kayu putih dari Kelompok Karya Mandiri, Kampung Bumi Moroh Indah difasilitasi Dinas Perkebunan Fakfak ke Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman (BBPPT) Ambon.

Foto. kunjungan belajar pelaku usaha produksi minyak kayu putih dari Kelompok Karya Mandiri, Kampung Bumi Moroh Indah difasilitasi Dinas Perkebunan Fakfak ke Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman (BBPPT) Ambon.

tagarutama.com, Fakfak – Upaya meningkatkan kualitas produksi minyak kayu putih di Kabupaten Fakfak terus digencarkan. Salah satunya melalui kunjungan belajar yang difasilitasi Dinas Perkebunan Fakfak ke Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman (BBPPT) Ambon.

Albayan Iha, penangkar kayu putih sekaligus pelaku usaha produksi minyak kayu putih dari Kelompok Karya Mandiri, Kampung Bumi Moroh Indah (SP6) Bomberay, mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut. Ia bersama kelompoknya kini memiliki lahan kayu putih seluas 4 hektare dan sudah mulai memproduksi minyak, meski baru dipasarkan dalam lingkup keluarga.

“Sebelumnya saya hanya tahu menanam dan memanen daun kayu putih secara otodidak. Namun, untuk menghasilkan minyak yang berkualitas dan sesuai standar pasar, saya belum memahami proses penyulingannya,” ungkap Albayan.

Menurutnya, pelatihan di BBPPT Ambon membuka wawasan baru. Mulai dari cara memilih daun yang tepat, teknik penyulingan, pengemasan, hingga strategi promosi produk. Bahkan, limbah daun kayu putih yang biasanya terbuang, ternyata bisa diolah kembali menjadi pupuk organik untuk memperkuat pertumbuhan tanaman.

Baca Juga :  Investor Korea Lirik 20 Ribu Ha Lahan Bomberay, Fakfak Siap Jadi Sentra Perkebunan Baru

“Setelah belajar langsung di Ambon, saya jadi paham bahwa nilai ekonomis daun kayu putih bisa meningkat berkali lipat jika diolah sesuai prosedur. Dengan teknik yang tepat, 50 kg daun bisa menghasilkan hingga 700–800 ml minyak berkualitas, jauh lebih optimal dari sebelumnya,” jelasnya.

Kunjungan belajar ini, lanjut Albayan, tidak hanya bermanfaat untuk dirinya, tetapi juga bagi 10 anggota kelompok Karya Mandiri yang saat ini dibina oleh Dinas Perkebunan Fakfak. Mereka didorong agar tidak hanya menjual bahan mentah berupa daun, tetapi bisa menghasilkan produk jadi dengan nilai jual yang lebih tinggi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Perkebunan Fakfak dan tim BBPPT Ambon yang sudah membimbing kami. Dengan adanya rencana pembangunan rumah produksi kayu putih tahun ini, kami semakin serius mewujudkan mimpi menjadikan SP6 Bomberay sebagai kampung penghasil minyak kayu putih di Fakfak,” tuturnya penuh semangat.

Baca Juga : Disbun Fakfak bersama BMKG perkuat pekebun pala Tomandin dengan strategi adaptasi perubahan iklim untuk menjaga produktivitas

Selain teknik produksi, peserta juga dibekali pengetahuan tentang standar mutu, perizinan, hingga strategi pemasaran. Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal agar produk minyak kayu putih Fakfak mampu bersaing di pasar lokal, nasional, bahkan internasional.

Baca Juga :  Klarifikasi Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Terkait Temuan BPK: Komitmen Perbaikan dan Langkah Konkret

Dengan dukungan pelatihan dan pendampingan, para petani optimistis produksi minyak kayu putih dari Fakfak akan semakin berkualitas dan memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi keluarga maupun masyarakat sekitar. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak
Mom’s Bakery Indonesia dan Greens And Beans Tertarik Kembangkan Produk Pala Tomandin Fakfak, Dukung Perluasan Pasar Produk Lokal Berbahan Alami
Dinas Perkebunan Fakfak Gaungkan Gerakan “Fakfak Bersih Kotaku” untuk Mendukung Fakfak Membara
Tindak Lanjut Audiensi Bupati Fakfak dengan Menteri Pertanian RI, Program Peremajaan Kelapa Resmi Dimulai

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 07:44 WIT

Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:57 WIT

Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terbaru

Pau Cubarsi dan Lamine Yamal membawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026.

Olahraga

Dua Bintang Muda Antar Spanyol Raih Gelar Juara Dunia 2026

Senin, 20 Jul 2026 - 05:27 WIT