tagarutama.com, Fakfak – Dewan Adat Mbaham Matta bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak mengawali rangkaian Pekpekan Meri Totora dengan melaksanakan prosesi adat Meri Totora yang dirangkaikan dengan penanaman bibit Pala Tomandin Fakfak hasil grafting (sambung pucuk) di halaman Kantor Dewan Adat Mbaham Matta, Kamis (18/6).
Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan menuju pelaksanaan Pekpekan Meri Totora yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Selain sebagai agenda budaya, momentum ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat keberlanjutan Pala Tomandin sebagai identitas dan sumber penghidupan masyarakat Fakfak.
Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, Abnel Hegemur, mengatakan bahwa prosesi Meri Totora memiliki makna yang sangat penting karena menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai kehidupan, adat istiadat, serta tradisi menjaga pala sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Fakfak.
“Meri Totora bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah simbol penghormatan kepada leluhur, penghormatan terhadap alam, dan penghargaan atas warisan yang telah dititipkan kepada kita. Pala Tomandin bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi merupakan identitas masyarakat Fakfak yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Abnel.
Menurutnya, Pekpekan Meri Totora menjadi ruang untuk mengingat kembali pesan-pesan adat yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam serta melestarikan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
“Melalui Pekpekan Meri Totora, kita mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai adat dan bersama-sama melestarikan Pala Tomandin sebagai kekayaan yang dimiliki Fakfak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak saat ini tengah fokus mengembangkan sektor pala melalui Program Strategis Daerah Pala Unggul Fakfak yang menjadi salah satu prioritas pembangunan perkebunan.
Ia menyebutkan, pengembangan Pala Tomandin dilakukan melalui teknologi grafting atau sambung pucuk untuk menghasilkan tanaman yang lebih unggul, produktif, serta tetap mempertahankan karakteristik asli Pala Tomandin Fakfak sebagai plasma nutfah khas daerah.
“Pengembangan Pala Tomandin melalui teknologi grafting merupakan bagian dari upaya memperkuat budidaya sekaligus menjaga keaslian dan mutu pala khas Fakfak. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan produktivitas berjalan seiring dengan pelestarian karakteristik asli Pala Tomandin sebagai komoditas unggulan daerah,” jelas Widhi.
Menurutnya, peningkatan kualitas pala tidak hanya bertumpu pada penerapan teknologi dan standar budidaya, tetapi juga harus diperkuat oleh nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur masyarakat Fakfak.
Ia menegaskan bahwa prosesi Meri Totora dan penerapan Sasi Kerakera memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kebun pala dan kualitas hasil panen.
“Kearifan lokal seperti Meri Totora dan Sasi Kerakera mengajarkan kedisiplinan dalam memanen pada waktu yang tepat, menjaga pohon tetap produktif, serta menghormati proses alam. Karena itu, penguatan mutu Pala Tomandin harus berjalan seiring antara inovasi teknologi, standar kualitas, dan pelestarian budaya,” katanya.
Widhi menambahkan, penanaman Pala Tomandin hasil grafting yang diawali dengan prosesi adat menjadi simbol bahwa pembangunan perkebunan di Fakfak tidak dapat dipisahkan dari akar budaya masyarakatnya.
“Kemajuan sektor perkebunan harus dibangun di atas fondasi adat dan budaya. Inovasi teknologi dan penghormatan kepada leluhur harus berjalan beriringan agar Pala Tomandin tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Dewan Adat Mbaham Matta bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menegaskan bahwa Pekpekan Meri Totora bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum untuk memperkuat jati diri masyarakat Fakfak, menghormati jasa para leluhur, memperkuat praktik Sasi Kerakera, serta membangun komitmen bersama dalam menjaga mutu, kualitas, dan keberlanjutan Pala Tomandin Fakfak sebagai warisan budaya dan komoditas unggulan yang diharapkan terus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat di masa depan. (TU.01)










