Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tagarutama.com, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus memperkuat Program Strategis Pala Unggul Fakfak dengan membangun 10 unit Asaran Pala Tradisional Skala Pengumpul yang tersebar di berbagai kampung sentra produksi pala pada Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pascapanen Pala Tomandin Fakfak, sekaligus memperkuat peran pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) dalam rantai tata niaga komoditas unggulan daerah.

Adapun lokasi pembangunan meliputi sejumlah kampung penghasil pala seperti Kiat, Mandoni, Sekar, Kaburbur, Adora, Sum, Sangkiti, Kalamanuk, serta beberapa wilayah potensial lainnya yang selama ini menjadi pusat produksi pala rakyat.

Menjawab Tantangan Pascapanen

Selama bertahun-tahun, petani dan pelaku usaha pala di Fakfak masih menghadapi persoalan kualitas hasil panen akibat keterbatasan sarana pengasapan dan pengeringan di tingkat kampung.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil panen dipasarkan sebelum melalui proses pengolahan yang optimal. Akibatnya, kadar air masih tinggi, kualitas biji kurang seragam, dan nilai jual menjadi lebih rendah.

Di sisi lain, tidak sedikit hasil panen yang langsung dibeli oleh pedagang pengumpul liar di kebun dengan harga yang kurang menguntungkan masyarakat.

Melalui pembangunan asaran tradisional ini, pemerintah berharap proses pengolahan dapat dilakukan secara lebih baik sehingga menghasilkan pala yang memenuhi standar mutu, memiliki daya simpan lebih lama, bernilai ekonomi tinggi, serta mendukung penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pala Tomandin Fakfak.

Perkuat Ekonomi Kampung dan Pelaku Usaha Lokal

Selain mendorong peningkatan kualitas produk, keberadaan asaran pala juga diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat kampung.

Dengan proses pengasapan dan pengeringan yang lebih baik, pala yang dihasilkan akan memiliki kualitas lebih tinggi dan harga jual yang lebih kompetitif dibandingkan produk yang dipasarkan tanpa penanganan pascapanen yang memadai.

Program ini sekaligus menjadi strategi pemerintah untuk memperkuat posisi pelaku usaha dan pengumpul lokal agar tidak bergantung pada pembeli dari luar kampung, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di tengah masyarakat setempat.

Baca Juga :  Harga Pala Tomandin Fakfak Awal 2025 Stabil, Bunga Pala Naik Tipis

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, menjelaskan bahwa bantuan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi pelaku usaha atau pengumpul pala Orang Asli Fakfak yang selama ini aktif membeli, mengolah, dan mengumpulkan hasil pala masyarakat di kampungnya masing-masing.

“Pembangunan asaran pala ini kami prioritaskan bagi pengumpul atau pelaku usaha Orang Asli Fakfak yang selama ini mengolah hasil panennya sendiri, membeli pala dari keluarga maupun masyarakat sekitar, serta menjalankan usaha pengumpulan di kampung-kampung yang jauh dari wilayah perkotaan,” ujarnya.

Menurut Widhi, penetapan penerima bantuan dilakukan secara ketat melalui verifikasi administrasi dan inspeksi lapangan guna memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Kami turun langsung melakukan verifikasi dan pengecekan di lapangan sebelum menetapkan penerima manfaat. Tujuannya agar fasilitas yang dibangun benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang aktif mengembangkan usaha pengumpulan dan pengolahan pala di kampung,” jelasnya.

Cegah Praktik Pembelian Pala di Bawah Pohon

Lebih lanjut, Widhi menegaskan bahwa pembangunan asaran pala merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga agar komoditas unggulan Fakfak tetap diolah di kampung sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami tidak ingin seluruh hasil pala langsung berpindah tangan kepada pembeli liar yang menunggu di bawah pohon pala. Dengan adanya asaran ini, masyarakat memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan pengasapan dan pengolahan terlebih dahulu sehingga kualitas dan harga jualnya lebih baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan 10 unit asaran tahun ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua secara berkelanjutan.

“Tahun ini kami membangun 10 unit asaran pala tradisional yang diperuntukkan khusus bagi pelaku usaha Orang Asli Fakfak sesuai SOP penerima bantuan. Bahkan pekerjaan konstruksinya juga dilaksanakan oleh kontraktor Orang Asli Mbaham Matta (OBAMA) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Fakfak,” tambah Widhi.

Diharapkan Beri Dampak Strategis

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak menargetkan sejumlah manfaat strategis, antara lain:

  • Meningkatkan mutu dan kualitas Pala Tomandin Fakfak melalui proses pengasapan dan pengeringan yang lebih baik.
  • Menekan praktik pembelian hasil panen secara langsung di kebun oleh pedagang yang merugikan petani.
  • Meningkatkan nilai tambah dan harga jual pala di tingkat kampung.
  • Memperkuat peran pelaku usaha serta pengumpul Orang Asli Fakfak dalam tata niaga pala.
  • Mendorong pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat kampung.
  • Mendukung penerapan SNI dan penguatan citra Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah.
  • Menjaga keberlanjutan Program Strategis Pala Unggul Fakfak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis komoditas pala.
Baca Juga :  Menkum Resmikan Ribuan Posbankum di Tanah Papua, Guna Perkuat Akses Keadilan

Masyarakat Sambut Positif

Salah satu penerima manfaat di Kampung Mandoni, Distrik Kokas, Mama Wati Kramandondo, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan.

Menurutnya, selama ini fasilitas pengasapan yang tersedia masih sangat terbatas sehingga belum mampu menampung seluruh hasil pala yang dikumpulkan dari masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Dinas Perkebunan. Bantuan ini sangat membantu karena asaran yang kami miliki sebelumnya berukuran kecil dan tidak mampu menampung seluruh hasil pala yang ada di kampung,” katanya.

Mama Wati berharap keberadaan asaran baru dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam menjaga mutu hasil panen sebelum dipasarkan ke pedagang besar di kota.

“Bantuan ini merupakan harapan yang sudah lama kami nantikan. Dengan fasilitas yang lebih baik, kami bisa meningkatkan kualitas pala melalui proses pengasapan yang benar sebelum dijual. Harapan kami tentu harga pala semakin baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat kampung,” ungkapnya.

Pembangunan 10 unit Asaran Pala Tradisional Skala Pengumpul Tahun 2026 menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat kampung. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat) menuju Pala Unggul, Investasi Fakfak, dan Warisan Berharga Masa Depan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBPPTP Ambon Sertifikasi 40 Ribu Bibit Pala Tomandin Fakfak, Perkuat Ketersediaan Bibit Unggul Bersertifikat
PENAS XVII 2026: Produk Hilirisasi Pala Tomandin Fakfak Tampil Memukau di Ajang Nasional
Dorong Ekonomi Rakyat, Pemda Fakfak Kembangkan Tembakau Negeri Seluas 1 Hektare di Teluk Patipi dan Kramongmongga
Kesbangpol Fakfak Monitoring Sekretariat Partai Politik, DPD PKS Apresiasi Langkah Pembinaan
Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Fakfak Awali Pekpekan Meri Totora dengan Penanaman Pala Tomandin Grafting
Yayasan Akape Inma dan Dinas Perkebunan Fakfak Bersinergi Perkuat Data Petani dan Hilirisasi Pala Tomandin
Kepala Kampung Goras Dukung Investasi Sawit, Usulkan Muara Goras Jadi Alternatif Lokasi Jetty Logistik dan CPO
Perkuat Citra Ramah Investasi, Fakfak Gandeng PT STM Agro Energi Kaji Pengembangan Sawit di Bomberay-Tomage

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:33 WIT

Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:14 WIT

BBPPTP Ambon Sertifikasi 40 Ribu Bibit Pala Tomandin Fakfak, Perkuat Ketersediaan Bibit Unggul Bersertifikat

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:12 WIT

PENAS XVII 2026: Produk Hilirisasi Pala Tomandin Fakfak Tampil Memukau di Ajang Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:05 WIT

Dorong Ekonomi Rakyat, Pemda Fakfak Kembangkan Tembakau Negeri Seluas 1 Hektare di Teluk Patipi dan Kramongmongga

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:26 WIT

Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Fakfak Awali Pekpekan Meri Totora dengan Penanaman Pala Tomandin Grafting

Berita Terbaru