Mom’s Bakery Indonesia dan Greens And Beans Tertarik Kembangkan Produk Pala Tomandin Fakfak, Dukung Perluasan Pasar Produk Lokal Berbahan Alami

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilik Mom's Bakery Indonesia dan Greens And Beans (GnB), Fransisca Indriyana, bersama suaminya dan Direktur Global Bisnis asal Korea Selatan, Jinho Jeffry Shin, didampingi perwakilan Global Green Growth Institute (GGGI), Trianita Hesti, melakukan kunjungan ke Kabupaten Fakfak untuk melihat Pala Tomandin.

Pemilik Mom's Bakery Indonesia dan Greens And Beans (GnB), Fransisca Indriyana, bersama suaminya dan Direktur Global Bisnis asal Korea Selatan, Jinho Jeffry Shin, didampingi perwakilan Global Green Growth Institute (GGGI), Trianita Hesti, melakukan kunjungan ke Kabupaten Fakfak untuk melihat Pala Tomandin.

tagarutama.com, Fakfak – Kekayaan Pala Tomandin Fakfak beserta beragam produk lokal berbahan alami kembali menarik perhatian pelaku usaha nasional. Potensi rempah khas Fakfak yang dipadukan dengan nilai budaya dan kelestarian alam dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Pemilik Mom’s Bakery Indonesia dan Greens And Beans (GnB), Fransisca Indriyana, bersama suaminya dan Direktur Global Bisnis asal Korea Selatan, Jinho Jeffry Shin, didampingi perwakilan Global Green Growth Institute (GGGI), Trianita Hesti, melakukan kunjungan ke Kabupaten Fakfak untuk melihat secara langsung potensi hilirisasi Pala Tomandin serta berbagai produk lokal berbasis sumber daya alam yang dihasilkan masyarakat.

Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., bersama jajaran. Rombongan mengunjungi kebun Pala Tomandin milik Yohanes Genuni di Kampung Wrikapal dan kebun milik Nimbitkendik di Kilometer 7 Jalan Kokas Hurimber.

Di kedua lokasi itu, rombongan menyaksikan langsung sistem budidaya pala yang masih dilakukan secara alami, teknik pemeliharaan tanaman, hingga kualitas buah yang selama ini menjadi ciri khas Pala Tomandin Fakfak.

Selain meninjau kebun pala, rombongan juga mengunjungi Koperasi Myristica binaan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, sentra UMKM Mama-Mama Fakfak binaan KPHP Fakfak, serta melihat proses pembuatan Tomang, kerajinan tradisional yang memanfaatkan bahan-bahan alami dari hutan. Rangkaian kunjungan tersebut memberikan gambaran bahwa hasil perkebunan dan hasil hutan Fakfak memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan budaya masyarakat adat.

Baca Juga :  Produksi Pala Tomandin Fakfak Naik Signifikan, Capai 735,98 Ton Hingga April 2025

Fransisca Indriyana mengaku terkesan dengan kualitas Pala Tomandin yang masih diproduksi secara alami serta kekayaan bahan baku lokal yang dimiliki Fakfak. Menurutnya, produk-produk daerah ini memiliki keunggulan karena menawarkan kualitas sekaligus membawa cerita, identitas budaya, dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar.

“Saya melihat Fakfak memiliki kekayaan bahan alami yang luar biasa. Pala Tomandin mempunyai aroma yang khas dan kualitas yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi berbagai produk makanan maupun minuman. Selain itu, produk-produk berbahan alami dari hutan juga memiliki nilai budaya yang kuat. Inilah keunggulan yang saat ini sangat dicari oleh konsumen,” ujar Fransisca.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk kembali berkunjung ke Fakfak serta membuka peluang kerja sama dalam memperluas akses pemasaran produk-produk lokal, khususnya hasil karya UMKM dan mama-mama Fakfak.

“Saya ingin datang kembali. Saya melihat peluang yang sangat besar untuk memperkenalkan produk-produk Fakfak ke pasar yang lebih luas, mulai dari industri bakery, restoran, kafe, hotel hingga pasar internasional. Produk yang memiliki kualitas, keaslian, dan cerita budaya akan memiliki daya saing yang tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga mitra, dan masyarakat untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan Fakfak.

Menurutnya, pengembangan Pala Tomandin tidak boleh berhenti pada penjualan biji pala sebagai komoditas mentah, tetapi harus terus diarahkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  SPPG Yayasan Tikar Rasa Launching Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 2 Fakfak

“Pengembangan Pala Tomandin harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Nilai ekonomi akan semakin meningkat apabila masyarakat mampu mengolahnya menjadi berbagai produk inovatif sesuai kebutuhan industri. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, koperasi, UMKM, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan komoditas unggulan Fakfak,” ujar Widhi.

Ia menjelaskan bahwa tren industri makanan dan minuman, termasuk sektor bakery, restoran, hotel, dan kafe, saat ini semakin mengutamakan penggunaan bahan baku alami yang memiliki cita rasa, aroma khas, serta dapat ditelusuri asal-usulnya.

Pala Tomandin Fakfak dinilai memiliki keunggulan pada karakter aroma dan kualitas yang sangat baik sebagai bahan baku berbagai produk olahan. Salah satu inovasi yang telah dikembangkan adalah lemak pala hasil produksi Koperasi Myristica, yang berpotensi menjadi bahan dasar berbagai produk pangan maupun industri turunannya.

Menurut Widhi, potensi tersebut membuka peluang diversifikasi produk sesuai kebutuhan industri kuliner modern, sehingga Pala Tomandin tidak hanya dikenal sebagai rempah, tetapi juga sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan berbagai produk bernilai tinggi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Fakfak sebagai Kota Pala.

Kunjungan Mom’s Bakery Indonesia dan Greens And Beans diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan hilirisasi Pala Tomandin Fakfak, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, serta pemberdayaan UMKM lokal. Melalui kolaborasi tersebut, produk-produk unggulan Fakfak diharapkan semakin dikenal dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional dengan tetap menjaga kelestarian alam serta warisan budaya masyarakat. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak
Dinas Perkebunan Fakfak Gaungkan Gerakan “Fakfak Bersih Kotaku” untuk Mendukung Fakfak Membara
Tindak Lanjut Audiensi Bupati Fakfak dengan Menteri Pertanian RI, Program Peremajaan Kelapa Resmi Dimulai
Investasi Sawit PT STM Agro Energi Masuki Tahap Pemetaan Lahan dan Persiapan AMDAL
Khom Wria, Wujud Nyata Fakfak Membara dalam Memberdayakan Mama-Mama Asli Fakfak
Lestarikan Pinang Endemik Fakfak, Dinas Perkebunan Tanam 1.600 Bibit di Kampung Kiat
Kesbangpol Fakfak Sosialisasikan Tata Kelola dan Legalitas Ormas untuk Perkuat Peran Organisasi di Masyarakat
Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:57 WIT

Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:37 WIT

Mom’s Bakery Indonesia dan Greens And Beans Tertarik Kembangkan Produk Pala Tomandin Fakfak, Dukung Perluasan Pasar Produk Lokal Berbahan Alami

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:18 WIT

Dinas Perkebunan Fakfak Gaungkan Gerakan “Fakfak Bersih Kotaku” untuk Mendukung Fakfak Membara

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:17 WIT

Tindak Lanjut Audiensi Bupati Fakfak dengan Menteri Pertanian RI, Program Peremajaan Kelapa Resmi Dimulai

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:12 WIT

Khom Wria, Wujud Nyata Fakfak Membara dalam Memberdayakan Mama-Mama Asli Fakfak

Berita Terbaru