tagarutama.com, Fakfak – Semangat menyambut gelaran Piala Dunia FIFA 2026 mulai terasa di Kabupaten Fakfak. Ribuan pendukung Tim Nasional Brasil menggelar konvoi akbar pada Kamis (10/6/2026) sebagai bentuk dukungan kepada tim berjuluk Seleção yang akan berlaga pada ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Konvoi yang diikuti ribuan penggemar itu dimulai dari kawasan Kompleks Bandara Lama Torea dan berakhir di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH. Ma’ruf Amin di Jalan Dr. Salasa Namudat. Para peserta menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat yang dihiasi bendera Brasil, atribut tim, serta warna khas kuning dan hijau yang mendominasi sepanjang perjalanan.
Suasana semakin meriah dengan lantunan lagu-lagu pendukung, bunyi klakson kendaraan, dan yel-yel yang menggema di sepanjang rute konvoi. Kehadiran para pendukung Brasil tersebut menarik perhatian masyarakat yang memadati sejumlah titik jalan untuk menyaksikan iring-iringan kendaraan.
Salah satu penggemar Brasil, Fandi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan kecintaan masyarakat Fakfak terhadap sepak bola sekaligus memberikan dukungan kepada tim favorit mereka menjelang dimulainya Piala Dunia FIFA 2026.
“Piala Dunia selalu menjadi pesta sepak bola yang ditunggu-tunggu. Melalui konvoi ini kami ingin menunjukkan semangat dan dukungan kepada Tim Nasional Brasil. Kami berharap Brasil bisa tampil maksimal dan kembali meraih prestasi terbaik di ajang dunia,” ujar Fandi.
Menurutnya, Brasil memiliki sejarah panjang sebagai salah satu negara tersukses dalam dunia sepak bola dengan permainan yang atraktif dan menghibur sehingga memiliki banyak penggemar di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Fakfak.
“Brasil identik dengan permainan indah, kreativitas, dan semangat juang yang tinggi. Itu yang membuat kami terus setia mendukung tim ini dari waktu ke waktu. Kami optimistis Brasil mampu memberikan penampilan terbaik pada Piala Dunia tahun ini,” tambahnya.
Piala Dunia FIFA 2026 sendiri akan menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya diselenggarakan secara bersama oleh tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen empat tahunan tersebut berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Selain menjadi penyelenggaraan bersama terbesar dalam sejarah Piala Dunia, edisi 2026 juga mencatatkan perubahan besar dalam jumlah peserta. Jika pada edisi sebelumnya hanya diikuti 32 negara, kali ini sebanyak 48 negara akan ambil bagian dalam persaingan memperebutkan trofi juara dunia. Seluruh peserta dibagi ke dalam 12 grup, dengan masing-masing grup berisi empat tim, sehingga jumlah pertandingan yang tersaji akan semakin banyak dan kompetitif.
Laga pembuka dijadwalkan berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, sementara partai final akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat. Sebanyak 16 kota tuan rumah telah disiapkan untuk menggelar pertandingan, terdiri dari 11 kota di Amerika Serikat yaitu Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Los Angeles, Miami, New York/New Jersey, Philadelphia, San Francisco Bay Area, dan Seattle. Kanada menjadi tuan rumah di Toronto dan Vancouver, sedangkan Meksiko menggelar pertandingan di Guadalajara, Mexico City, dan Monterrey.
Para peserta konvoi berharap gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga mempererat persaudaraan antarpecinta sepak bola di seluruh dunia. Mereka juga mengajak seluruh pendukung tim nasional untuk menjaga sportivitas dan menjadikan sepak bola sebagai sarana memperkuat kebersamaan.
“Siapa pun tim yang didukung, yang terpenting adalah menjaga persaudaraan dan menikmati setiap pertandingan dengan penuh sportivitas. Sepak bola adalah pemersatu,” kata Fandi.
Bagi ribuan fans Brasil di Fakfak, konvoi tersebut menjadi simbol optimisme dan harapan agar tim kebanggaan mereka mampu kembali berjaya di panggung dunia serta menambah koleksi gelar juara pada turnamen yang akan menjadi pusat perhatian miliaran pasang mata di seluruh dunia. Dengan semangat yang ditunjukkan para pendukung di Fakfak, euforia Piala Dunia 2026 dipastikan akan semakin terasa hingga peluit kick-off resmi dibunyikan. (TU.01)










