Strategi Baru Pemkab Fakfak Jaga Kualitas dan Harga Pala, Petani Didorong Panen Matang Sempurna

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 20:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati bersama petani pala.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati bersama petani pala.

tagarutama.com, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat tata kelola komoditas unggulan daerah melalui penerapan Surat Edaran Bupati Nomor 500.8/249/BUP/2026 tentang Penetapan Harga Pembelian Pala Mentah Berkualitas. Kebijakan ini tidak sekadar menjadi aturan administratif, tetapi dirancang sebagai langkah menyeluruh untuk menjaga mutu, menata sistem perdagangan, serta melindungi kepentingan petani.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menegaskan bahwa surat edaran tersebut merupakan pijakan penting dalam membangun sistem usaha pala yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Kebijakan ini bukan hanya soal harga, tetapi upaya menjaga kualitas dan kehormatan Pala Tomandin Fakfak sebagai identitas daerah sekaligus sumber penghidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini sektor pala menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga hingga praktik panen sebelum buah benar-benar matang. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kualitas hasil dan melemahnya posisi tawar petani di pasar.

Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin menghadirkan keseimbangan antara perlindungan petani, kepastian usaha bagi pelaku perdagangan, serta penegakan standar mutu yang konsisten.

Baca Juga :  Menjaga Keaslian Pala Fakfak, Disbun Fakfak dan DTPHP Papua Barat Dorong Penangkar Kra Gula Jadi Sentra Bibit Unggul Pala Tomandin

“Menjaga kualitas pala adalah investasi jangka panjang. Jika mutu terjaga, nilai jual meningkat dan kesejahteraan petani akan ikut terdongkrak,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Perkebunan Fakfak menyiapkan sejumlah langkah konkret agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif di lapangan. Salah satunya melalui sosialisasi intensif yang menjangkau hingga kampung-kampung sentra produksi pala, memanfaatkan radio, media daring, serta distribusi informasi secara berjenjang.

Selain itu, pendekatan sosial dan budaya juga diperkuat dengan melibatkan tokoh adat, pemuka masyarakat, serta lembaga kultur sebagai mitra pemerintah. Keterlibatan unsur adat dinilai strategis dalam membangun kesadaran kolektif dan menjaga disiplin mutu di kalangan petani.

Untuk memperluas penyebaran informasi, pemerintah juga akan memasang pamflet dan media edukasi di titik-titik pembelian, lokasi pengumpulan hasil, hingga ruang publik. Materi yang disampaikan mencakup standar pala berkualitas, ketentuan harga, serta larangan praktik panen dini.

Dalam implementasinya, kebijakan ini mengatur secara tegas hak dan kewajiban seluruh pihak. Petani berhak memperoleh harga yang layak apabila menghasilkan pala dengan kriteria matang sempurna. Namun, mereka juga berkewajiban menjaga kualitas panen dan mulai menerapkan penanganan pascapanen yang baik.

Baca Juga :  Momen TEI 2025, Koperasi Myristica Fakfak Teken MoU dengan PT. Martina Berto & PT. Inovasia: Produk Lemak dan Manisan Pala Siap Go Nasional

Di sisi lain, pelaku usaha mulai dari pengepul hingga pedagang besar dituntut untuk memberikan harga yang adil serta ikut menjaga standar mutu komoditas.

“Pelaku usaha tidak hanya berperan sebagai pembeli, tetapi juga mitra dalam membangun sistem perdagangan yang sehat dan transparan,” jelasnya.

Widhi menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, petani, pelaku usaha, hingga lembaga adat dan masyarakat luas.

“Ketika semua pihak menjaga kualitas dan menjunjung keadilan dalam perdagangan, kita tidak hanya melindungi hasil kebun, tetapi juga masa depan Pala Fakfak,” tegasnya.

Dengan strategi sosialisasi yang luas, sinergi lintas sektor, serta pengawasan bersama, Pemerintah Kabupaten Fakfak optimistis kebijakan ini akan menjadi momentum penting dalam memperkuat daya saing pala, meningkatkan nilai jual, serta mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Blok Penghasil Tinggi Jadi Penjaga Mutu Pala Tomandin Fakfak, Didukung Pupuk Organik dari Kementerian Pertanian
Dari Hutan Adat ke Kebun Produktif: EcoNusa dan Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pekebun Pala melalui Perhutanan Sosial di Kampung Tetar
Pangdam XVIII/Kasuari dan Pemkab Fakfak Perkuat Komitmen Pengembangan Pala Tomandin Melalui Riset dan Hilirisasi Berkelanjutan
Mega Kapaurtutin Melaju ke Tahap Nasional Young Ambassador Agriculture 2026, Angkat Pala Tomandin Fakfak Ke Panggung Indonesia
Perluasan 50 Hektare Fokus di Werba Raya dan Malakuli, Pemkab Fakfak Perkuat Program Strategis Pala Unggul
SK Bupati Fakfak Nomor 500.8-25 Tahun 2026: Pala Tomandin Ditetapkan sebagai Tanaman Budidaya, Pelestarian, dan Konservasi
Perkuat Identitas Daerah, Fakfak Jadikan Pala Tomandin Materi Edukasi dan Inovasi Siswa
Dari Werba Utara, Semangat Bersama Menjaga Marwah Pala Fakfak: Kepala Kampung Kawal Langsung Edaran Bupati di Sentra Pembelian Pala

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:20 WIT

Delapan Blok Penghasil Tinggi Jadi Penjaga Mutu Pala Tomandin Fakfak, Didukung Pupuk Organik dari Kementerian Pertanian

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:46 WIT

Pangdam XVIII/Kasuari dan Pemkab Fakfak Perkuat Komitmen Pengembangan Pala Tomandin Melalui Riset dan Hilirisasi Berkelanjutan

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:28 WIT

Mega Kapaurtutin Melaju ke Tahap Nasional Young Ambassador Agriculture 2026, Angkat Pala Tomandin Fakfak Ke Panggung Indonesia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:52 WIT

Perluasan 50 Hektare Fokus di Werba Raya dan Malakuli, Pemkab Fakfak Perkuat Program Strategis Pala Unggul

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:21 WIT

SK Bupati Fakfak Nomor 500.8-25 Tahun 2026: Pala Tomandin Ditetapkan sebagai Tanaman Budidaya, Pelestarian, dan Konservasi

Berita Terbaru