Penutupan Seminar Nasional: Fakfak Jadi Titik Sejarah Masuknya Islam di Tanah Papua

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 Januari 2025 - 22:50 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyelenggara seminar nasional bertajuk sejarah masuknya Islam di Tanah Papua, Pengurus MUI Papua Barat berfoto bersama Pj. Gubernur Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP., sekretaris MUI Pusat Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., Anggota DPR Papua Barat H. Saleh Siknun, SE., Ketua MUI Papua Barat H. Ahmad Nasrau, S.PdI, MM., dan Ketua MUI Papua KH. Syaiful Islam Al Payage

Penyelenggara seminar nasional bertajuk sejarah masuknya Islam di Tanah Papua, Pengurus MUI Papua Barat berfoto bersama Pj. Gubernur Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP., sekretaris MUI Pusat Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., Anggota DPR Papua Barat H. Saleh Siknun, SE., Ketua MUI Papua Barat H. Ahmad Nasrau, S.PdI, MM., dan Ketua MUI Papua KH. Syaiful Islam Al Payage

tagarutama.com, Fakfak – Seminar Nasional bertajuk “Sejarah Masuknya Islam di Tanah Papua” resmi ditutup dengan penuh khidmat di Winder Tuare, Fakfak, Sabtu (11/1/2025). Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat bekerja sama dengan panitia lokal MUI Kabupaten Fakfak ini menjadi momen penting dalam merefleksikan perjalanan sejarah Islam di Tanah Papua, sekaligus memperkuat semangat toleransi dan harmoni antarumat beragama.

Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson Ferdinandus Waprak, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran Islam dalam membangun keberagaman yang harmonis di Papua. Ia menekankan bahwa keberagaman adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dengan toleransi.

“MRPB mendukung penuh keberadaan agama Islam di Tanah Papua. Tuhan memberikan kita kesempatan untuk hidup berdampingan dalam keberagaman. Toleransi adalah fondasi yang harus terus kita jaga demi persatuan dan keharmonisan di Tanah Papua,” ujar Waprak.

Baca Juga : Gebyar Menyongsong Milad ke-3 Rumah Qur’an Cahaya Islam Fakfak: Membumikan Al-Qur’an di Tanah Papua

Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk menjadikan Fakfak sebagai simbol toleransi dan harmoni yang dapat menginspirasi dunia.

Baca Juga :  Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi

“Kita harus hidup berdampingan secara setara dan saling menghormati. Dari Fakfak, Papua Barat, kita ingin menyampaikan pesan kepada seluruh Tanah Papua dan dunia bahwa harmoni dan toleransi dapat menjadi cahaya peradaban. Mari kita bangun peradaban dari timur dengan semangat kebersamaan,” ungkapnya.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sejarah masuknya Islam ke Papua telah berlangsung selama 30 tahun hingga akhirnya ditetapkan secara resmi. Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan dakwah Islam di seluruh wilayah Papua.

Baca Juga :  Jaksa Agung : Saya Copot dan Pidanakan Jika Ada Kajari yang Minta Proyek

“Perjalanan ini telah berjalan selama tiga dekade, dan kita bersama telah menetapkan sejarah penting ini. Islam masuk ke Tanah Papua pada 8 Agustus 1360 Masehi melalui ulama dari Samudra Pasai, Abdul Gaffar. Secara pribadi, karya ini adalah salah satu prestasi terbesar yang pernah saya capai. Saya juga meminta kepada Sekretaris MUI agar kewenangan MUI di Papua Barat dapat ditingkatkan di level pusat, sehingga dakwah dan pembinaan umat dapat lebih maksimal,” tegasnya.

Penjabat Gubernur Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP., saat menutup acara seminar nasional bertajuk sejarah masuknya Islam di Tanah Papua. Yang berlangsung di winder tuare, Fakfak
Penjabat Gubernur Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP., saat menutup acara seminar nasional bertajuk sejarah masuknya Islam di Tanah Papua. Yang berlangsung di winder tuare, Fakfak

Ia juga mengapresiasi peran MRPB dalam mendukung sejarah Islam di Papua dan menyoroti pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual terkait sejarah ini.

Seminar ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam di Papua, sekaligus mengukuhkan Fakfak sebagai pusat toleransi dan harmoni. Dengan semangat persaudaraan, nilai-nilai yang dibangun dari Tanah Papua diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh Nusantara, bahkan dunia. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menbud–Dubes Jerman Bahas Pembaruan Kerja Sama Budaya dan Repatriasi Fosil Sangiran
Kemendagri dan Kementerian PU Percepat Pembangunan KIPP di Empat DOB Tanah Papua
Pemerintah Mulai Groundcheck 11 Juta Data PBI-JKN, Muhaimin: Harus Tepat Sasaran
Jelang Ramadhan, Wamen HAM Serahkan Santunan kepada Keluarga Korban Tragedi Mei 1998
Mendagri Australia Kunjungi Indonesia, Perkuat Kerja Sama Hukum dan Keamanan
Billy Mambrasar Putra Papua Pertama di Dewan Komisaris PT Taspen
Saksi Sebut Ada Tekanan Permintaan Rp 2 Miliar dalam Kasus Izin TKA Kemnaker
Dinkes Aceh Lakukan Pengendalian Nyamuk di Pengungsian Banjir Aceh Utara

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:45 WIT

Menbud–Dubes Jerman Bahas Pembaruan Kerja Sama Budaya dan Repatriasi Fosil Sangiran

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:48 WIT

Kemendagri dan Kementerian PU Percepat Pembangunan KIPP di Empat DOB Tanah Papua

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:01 WIT

Pemerintah Mulai Groundcheck 11 Juta Data PBI-JKN, Muhaimin: Harus Tepat Sasaran

Senin, 16 Februari 2026 - 19:12 WIT

Jelang Ramadhan, Wamen HAM Serahkan Santunan kepada Keluarga Korban Tragedi Mei 1998

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:18 WIT

Mendagri Australia Kunjungi Indonesia, Perkuat Kerja Sama Hukum dan Keamanan

Berita Terbaru