Akhirnya Tembus 20 Besar Nasional, Duta Pala Fakfak Mega Kapaur Siap Harumkan Nama Daerah di PENAS XVII Gorontalo

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duta Pala Fakfak Mega Kapaur berhasil menembus 20 besar nasional ajang Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026.

Duta Pala Fakfak Mega Kapaur berhasil menembus 20 besar nasional ajang Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026.

tagarutama.com, Fakfak – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri terbaik Kabupaten Fakfak. Mega Kapaur berhasil menembus 20 besar nasional ajang Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 sebagai Duta Brigade Pangan dan Duta Polbangtan/PEPI. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Fakfak mampu bersaing di tingkat nasional dengan mengangkat potensi unggulan daerah, yakni pala Fakfak.

Ajang bergengsi yang diselenggarakan di Bogor ini mempertemukan para duta pertanian muda dari berbagai provinsi di Indonesia untuk menampilkan inovasi, kreativitas, serta produk unggulan berbasis pertanian dan kearifan lokal. Dari puluhan peserta yang mengikuti seleksi dan kompetisi, Mega Kapaur berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui pengembangan produk turunan pala yang dikemas dengan pendekatan budaya lokal Papua Barat.

Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan Mega untuk mewakili daerah pada Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 yang akan berlangsung di Gorontalo pada 20–25 Juni 2026. Pada ajang tersebut, ia akan kembali mempromosikan produk unggulan Fakfak sekaligus mengikuti berbagai kegiatan nasional yang mempertemukan pelaku pertanian, penyuluh, petani, nelayan, dan generasi muda dari seluruh Indonesia.

Mega Kapaur mengaku perjalanan menuju 20 besar nasional tidaklah mudah. Ia harus bersaing dengan lebih dari 50 finalis dari berbagai daerah yang membawa produk inovatif dan memiliki keunggulan masing-masing.

“Persaingan dalam ajang ini sangat ketat karena setiap peserta datang dengan ide dan produk terbaik dari daerahnya. Namun saya bersyukur bisa membawa nama Fakfak dan memperkenalkan pala sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya yang kuat,” ujar Mega.

Baca Juga :  Apel Pagi Terakhir, Bupati Untung Tamsil Pamit dengan Harapan dan Pesan untuk Pemimpin Baru

Menurutnya, keikutsertaan dalam Young Ambassador Agriculture menjadi pengalaman berharga yang membuka peluang lebih luas untuk mengenalkan potensi pala Fakfak ke tingkat nasional. Berbagai persiapan dilakukan secara matang, mulai dari penyempurnaan kualitas produk, kelengkapan administrasi usaha, legalitas, hingga penyusunan strategi promosi yang mengangkat identitas budaya masyarakat Papua Barat.

Mega juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak, khususnya Dinas Perkebunan, yang selama lebih dari dua tahun secara konsisten memberikan pendampingan dalam pengembangan usaha berbasis pala.

“Kami sangat bersyukur atas pembinaan yang diberikan. Dukungan tersebut membantu kami meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, serta memperluas promosi. Ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi lokal dan menciptakan produk yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, mengatakan bahwa pencapaian yang diraih Mega merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan serta sinergi berbagai pihak dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah.

Menurutnya, persiapan menuju kompetisi nasional dilakukan secara serius, mulai dari peningkatan kapasitas peserta, penyempurnaan tampilan produk, hingga penyusunan materi promosi yang menonjolkan kekayaan budaya lokal sebagai nilai tambah produk pala Fakfak.

Baca Juga :  Momen TEI 2025, Koperasi Myristica Fakfak Teken MoU dengan PT. Martina Berto & PT. Inovasia: Produk Lemak dan Manisan Pala Siap Go Nasional

“Kami ingin menunjukkan bahwa pala Fakfak bukan sekadar komoditas perkebunan, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat yang memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang kuat. Inilah yang menjadi kekuatan utama dalam promosi produk ke tingkat nasional,” jelas Widhi.

Ia menambahkan bahwa pala Fakfak memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan pelaku usaha, tetapi juga mampu memperkuat citra daerah sebagai salah satu sentra pala terbaik di Indonesia.

Widhi juga mengungkapkan bahwa partisipasi Mega Kapaur dalam ajang nasional memperoleh dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap pengembangan generasi muda sektor pertanian dan perkebunan.

Keikutsertaan Mega pada PENAS XVII di Gorontalo diharapkan menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan pemasaran, memperkenalkan produk turunan pala Fakfak kepada khalayak yang lebih luas, serta menginspirasi generasi muda agar semakin aktif berinovasi dalam mengembangkan potensi daerah.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, semangat inovasi, dan kecintaan terhadap produk lokal, generasi muda Fakfak mampu tampil di panggung nasional dan membawa harum nama daerah melalui komoditas unggulan yang telah dikenal dunia, yaitu pala Fakfak. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Mandatory ISPO dan Program B50, Fakfak Hadir Bersama 45 Peserta Se-Indonesia Dorong Sawit Berkelanjutan dan Perkebunan Rakyat
Cak Imin: Pekerja Adalah Aset Bangsa yang Wajib Dilindungi
Kemenhaj Sambut Fatwa Muhammadiyah soal Penyembelihan Dam di Tanah Air
Menbud–Dubes Jerman Bahas Pembaruan Kerja Sama Budaya dan Repatriasi Fosil Sangiran
Kemendagri dan Kementerian PU Percepat Pembangunan KIPP di Empat DOB Tanah Papua
Pemerintah Mulai Groundcheck 11 Juta Data PBI-JKN, Muhaimin: Harus Tepat Sasaran
Jelang Ramadhan, Wamen HAM Serahkan Santunan kepada Keluarga Korban Tragedi Mei 1998
Mendagri Australia Kunjungi Indonesia, Perkuat Kerja Sama Hukum dan Keamanan

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:49 WIT

Akhirnya Tembus 20 Besar Nasional, Duta Pala Fakfak Mega Kapaur Siap Harumkan Nama Daerah di PENAS XVII Gorontalo

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:11 WIT

Perkuat Mandatory ISPO dan Program B50, Fakfak Hadir Bersama 45 Peserta Se-Indonesia Dorong Sawit Berkelanjutan dan Perkebunan Rakyat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:08 WIT

Cak Imin: Pekerja Adalah Aset Bangsa yang Wajib Dilindungi

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:12 WIT

Kemenhaj Sambut Fatwa Muhammadiyah soal Penyembelihan Dam di Tanah Air

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:45 WIT

Menbud–Dubes Jerman Bahas Pembaruan Kerja Sama Budaya dan Repatriasi Fosil Sangiran

Berita Terbaru