DBH Sawit 2025 Jadi Motor Penguatan Koperasi Plasma Milik Masyarakat Adat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 09:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pelatihan manajemen koperasi plasma di lingkungan PT RSP.

Foto. Pelatihan manajemen koperasi plasma di lingkungan PT RSP.

tagarutama.com, Fakfak – Upaya memperkokoh tata kelola kelembagaan petani dan masyarakat adat terus diperkuat melalui sinergi Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bersama Dinas Koperasi dan UMKM. Kolaborasi strategis ini diwujudkan dalam pelatihan manajemen koperasi plasma di lingkungan PT RSP Fakfak yang berlangsung selama dua hari, Selasa – Rabu (18/11/2025 – 19/11/2025), di Bomberay.

Pelatihan tersebut menghadirkan 14 pengurus inti dari dua koperasi plasma, yakni Koperasi Cahaya Donar dan Koperasi Moor Over Jaya. Mereka dibekali kemampuan untuk mengelola skema plasma sawit seluas 20 persen dari total lahan perkebunan sebagai bentuk kemitraan antara perusahaan inti dan petani.

Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Bidang P2HP Dinas Perkebunan Fakfak, Abdul Jalil Karoror, SP, MM. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas perangkat daerah ini merupakan langkah nyata dalam membangun koperasi yang tangguh dan berdaya saing.

“Kolaborasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan koperasi plasma mampu berfungsi sebagai mitra yang kuat, profesional, dan akuntabel, baik bagi perusahaan inti maupun petani anggota,” ujar Abdul Jalil.

Baca Juga :  Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala

Selama pelatihan, para peserta memperoleh penguatan di bidang administrasi kelembagaan, pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, serta pemahaman regulasi terkait perkebunan dan perkoperasian. Materi tersebut dirancang agar pengurus mampu menjalankan koperasi secara tertib, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan ini dibiayai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, yang salah satu prioritasnya adalah penguatan koperasi masyarakat adat di kawasan perkebunan.

“Kami sengaja memperkuat koperasi melalui peningkatan tata kelola dan manajemen. Harapannya, pengurus memiliki keterampilan memadai dalam mengelola koperasi sehingga mampu memastikan hak-hak petani terpenuhi secara adil,” jelas Widhi.

Ia menambahkan, skema bagi hasil sebesar 20 persen bagi petani plasma yang dikelola melalui koperasi merupakan bentuk konkret dari kemitraan berkeadilan antara perusahaan dan masyarakat. Mekanisme ini memastikan distribusi keuntungan dilakukan secara transparan, terukur, serta sesuai regulasi yang berlaku.

Melalui penguatan kapasitas ini, para pengurus diharapkan memahami secara menyeluruh proses perhitungan, penyaluran, hingga pelaporan bagi hasil. Dengan demikian, tata kelola keuangan dapat berjalan lebih akuntabel sekaligus meningkatkan kepercayaan anggota terhadap koperasi.

Baca Juga :  Tak Lagi Tebak-Tebakan, Jenis Kelamin Pala Kini Bisa Diidentifikasi Sejak Bibit

Selain itu, pelatihan ini juga membekali pengurus dengan kemampuan menyusun laporan keuangan, mengelola Sisa Hasil Usaha (SHU), serta memantau arus kas demi menjaga stabilitas finansial koperasi plasma.

Peningkatan kompetensi manajerial ini dinilai sangat strategis mengingat koperasi plasma memegang peran penting dalam pengelolaan kebun rakyat dan kebun masyarakat adat, sekaligus sebagai penghubung utama kemitraan dengan perusahaan inti.

“Koperasi yang dikelola secara profesional akan mampu memberikan layanan optimal kepada petani, memperkuat posisi tawar anggota, serta menciptakan hubungan yang produktif dan saling menguntungkan,” tambah Widhi.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan koperasi plasma sawit di Fakfak mampu menjadi lembaga ekonomi yang kokoh, transparan, serta berkelanjutan. Pada akhirnya, program ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan menjaga kesinambungan pembangunan perkebunan sawit di Kabupaten Fakfak. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Investasi Sawit PT STM Agro Energi Masuki Tahap Pemetaan Lahan dan Persiapan AMDAL
Khom Wria, Wujud Nyata Fakfak Membara dalam Memberdayakan Mama-Mama Asli Fakfak
Lestarikan Pinang Endemik Fakfak, Dinas Perkebunan Tanam 1.600 Bibit di Kampung Kiat
Kesbangpol Fakfak Sosialisasikan Tata Kelola dan Legalitas Ormas untuk Perkuat Peran Organisasi di Masyarakat
Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026
BBPPTP Ambon Sertifikasi 40 Ribu Bibit Pala Tomandin Fakfak, Perkuat Ketersediaan Bibit Unggul Bersertifikat
PENAS XVII 2026: Produk Hilirisasi Pala Tomandin Fakfak Tampil Memukau di Ajang Nasional
Dorong Ekonomi Rakyat, Pemda Fakfak Kembangkan Tembakau Negeri Seluas 1 Hektare di Teluk Patipi dan Kramongmongga

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:12 WIT

Investasi Sawit PT STM Agro Energi Masuki Tahap Pemetaan Lahan dan Persiapan AMDAL

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:12 WIT

Khom Wria, Wujud Nyata Fakfak Membara dalam Memberdayakan Mama-Mama Asli Fakfak

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03 WIT

Lestarikan Pinang Endemik Fakfak, Dinas Perkebunan Tanam 1.600 Bibit di Kampung Kiat

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:41 WIT

Kesbangpol Fakfak Sosialisasikan Tata Kelola dan Legalitas Ormas untuk Perkuat Peran Organisasi di Masyarakat

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:33 WIT

Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026

Berita Terbaru