Anggota DPR Soroti Dugaan Larangan Jilbab di Rumah Sakit, Dinilai Berpotensi Diskriminatif

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 12:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yanuar Arif Wibowo.

Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yanuar Arif Wibowo.

tagarutama.com, JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, menyoroti dugaan pembatasan penggunaan jilbab bagi pegawai di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi melanggar prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dan membuka ruang terjadinya diskriminasi di lingkungan kerja.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan, persoalan ini bermula dari aturan seragam karyawan yang dinilai belum secara tegas mengakomodasi kebutuhan pegawai muslimah dalam mengenakan jilbab.

Menurutnya, setiap kebijakan perusahaan, termasuk di sektor kesehatan, harus tetap menjunjung tinggi hak dasar individu, terutama dalam menjalankan keyakinan agama.

“Saya melihat ada indikasi pembatasan terhadap kebebasan beragama yang seharusnya dijamin dalam praktik ketenagakerjaan. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak rumah sakit terkait aturan tersebut,” ujar Yanuar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga :  Reses Anggota DPRK Fakfak Imam, S.PdI Serap Aspirasi Guru PAUD, Soroti Honor dan Fasilitas Pendidikan

Rapat tersebut turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Komnas Perempuan, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, serta BPJS Kesehatan.

Dalam forum tersebut, Yanuar menegaskan bahwa penerapan HAM tidak boleh bersifat parsial. Ia menekankan bahwa tanggung jawab penghormatan terhadap hak individu tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga melekat pada seluruh institusi, termasuk sektor swasta.

Baca Juga :  PKS Papua Barat Gelar Rakerwil 2025: Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, Raih Kemenangan

Lebih lanjut, ia menyinggung posisi strategis Indonesia di tingkat global yang saat ini menjadi bagian dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Menurutnya, kepercayaan internasional tersebut harus diimbangi dengan praktik nyata di dalam negeri.

“Ini menjadi cermin bagi kita semua. Ketika Indonesia dipercaya di tingkat internasional, maka implementasi penghormatan HAM di dalam negeri harus benar-benar nyata. Pemerintah perlu hadir memberikan pembinaan agar tidak terjadi praktik diskriminatif,” tegasnya.

Yanuar juga mendorong adanya klarifikasi terbuka dari pihak rumah sakit terkait kebijakan yang dimaksud. Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh serta memperkuat regulasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses Anggota DPRK Fakfak Imam, S.PdI Serap Aspirasi Guru PAUD, Soroti Honor dan Fasilitas Pendidikan
Yasman Yasir Resmi Pimpin DPW PPP Papua Barat Periode 2026-2031
Gerbang Tani dan PKB Papua Barat Daya Fokus Pemberdayaan Petani
Suara Papua Menggema, Sawit dan Markas TNI Ditolak, Senator Paul: Pendidikan dan Kesehatan Prioritas Utama
KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa
DPD PKS Fakfak Gelar Rapat Kerja Daerah, Perkuat Struktur dan Program Pelayanan Masyarakat
PKS Fakfak Gelar Musyawarah Daerah di Aula RRI, Tegaskan Politik Pelayanan dan Integritas Partai
RAKERDA PKS Manokwari Tegaskan Komitmen Sukseskan Agenda Pemerintah Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 12:22 WIT

Anggota DPR Soroti Dugaan Larangan Jilbab di Rumah Sakit, Dinilai Berpotensi Diskriminatif

Minggu, 8 Maret 2026 - 16:15 WIT

Reses Anggota DPRK Fakfak Imam, S.PdI Serap Aspirasi Guru PAUD, Soroti Honor dan Fasilitas Pendidikan

Minggu, 1 Februari 2026 - 06:41 WIT

Yasman Yasir Resmi Pimpin DPW PPP Papua Barat Periode 2026-2031

Senin, 19 Januari 2026 - 20:44 WIT

Gerbang Tani dan PKB Papua Barat Daya Fokus Pemberdayaan Petani

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:27 WIT

Suara Papua Menggema, Sawit dan Markas TNI Ditolak, Senator Paul: Pendidikan dan Kesehatan Prioritas Utama

Berita Terbaru

Foto. Emas Antam

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini Turun, Momentum Tepat untuk Beli?

Sabtu, 4 Apr 2026 - 09:44 WIT