Yayasan Akape Inma dan Dinas Perkebunan Fakfak Bersinergi Perkuat Data Petani dan Hilirisasi Pala Tomandin

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yayasan Akape Inma (YAI) bersama Dinas Perkebunan Fakfak sepakat menjalin sinergi dalam penguatan database petani dan perkebunan.

Yayasan Akape Inma (YAI) bersama Dinas Perkebunan Fakfak sepakat menjalin sinergi dalam penguatan database petani dan perkebunan.

tagarutama.com, Fakfak – Komitmen memperkuat posisi Pala Tomandin sebagai komoditas unggulan Kabupaten Fakfak terus dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak. Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bersama Yayasan Akape Inma (YAI) sepakat menjalin sinergi dalam penguatan database petani dan perkebunan guna mendukung investasi, hilirisasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pekebun.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam audiensi dan diskusi yang berlangsung di Kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pendataan petani dan pemetaan potensi perkebunan, pemberdayaan masyarakat adat, hingga peluang pengembangan industri berbasis pala yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, menegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat menjadi fondasi penting dalam merancang pembangunan sektor perkebunan yang lebih terarah.

Menurutnya, calon investor yang ingin menanamkan modal di Fakfak membutuhkan informasi yang jelas mengenai luas areal, jumlah petani, kapasitas produksi, serta kondisi sosial masyarakat di wilayah pengembangan.

“Data menjadi fondasi utama dalam perencanaan. Jika kita ingin menarik investasi dan melahirkan program yang tepat sasaran, semuanya harus dimulai dari database yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Widhi.

Ia mengakui penyusunan database perkebunan secara menyeluruh memerlukan dukungan anggaran yang besar. Oleh karena itu, pendataan dilakukan secara bertahap melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kelompok tani di lapangan.

“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kami terus menginventarisasi data petani melalui kelompok-kelompok tani yang menjadi sasaran program pemerintah. Setiap kegiatan dimanfaatkan untuk memperkuat data perkebunan. Ini merupakan langkah awal menuju database yang lebih lengkap dan terintegrasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Kesbangpol Fakfak Sosialisasikan Tata Kelola dan Legalitas Ormas untuk Perkuat Peran Organisasi di Masyarakat

Sementara itu, Ketua Yayasan Akape Inma (YAI), Anton Tanggahma, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam membangun sistem data perkebunan yang lebih komprehensif.

Menurut Anton, data perkebunan tidak hanya berbicara mengenai luas lahan dan jumlah produksi, tetapi juga harus memotret kondisi sosial budaya masyarakat, wilayah adat, karakter petani, serta potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing kampung.

“Data yang berkualitas bukan sekadar angka. Data harus mampu menggambarkan kondisi masyarakat dan potensi daerah secara utuh. Dengan demikian, pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menyusun kebijakan, sementara investor memperoleh gambaran yang jelas sebelum berinvestasi,” kata Anton.

Ia menegaskan bahwa Yayasan Akape Inma siap bersinergi dengan Dinas Perkebunan melalui pemetaan partisipatif, pendampingan masyarakat, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan sistem informasi perkebunan yang berkelanjutan.

Selain membahas penguatan basis data, kedua pihak juga menaruh perhatian pada peningkatan mutu Pala Tomandin Fakfak agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Widhi menjelaskan bahwa kualitas hasil panen sangat menentukan nilai jual yang diterima petani.

Karena itu, pihaknya terus mendorong petani agar melakukan panen pada tingkat kematangan yang tepat, memperbaiki penanganan pascapanen, serta menerapkan standar mutu yang telah ditetapkan bersama.

Baca Juga :  LPTQ Fakfak Buka Pendaftaran Pelatihan Dewan Hakim MTQ Tingkat Kabupaten

“Kami ingin petani mendapatkan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kuncinya ada pada kualitas. Semakin baik mutu pala yang dihasilkan, semakin besar pula nilai yang diterima oleh petani,” ungkapnya.

Untuk mendukung peningkatan kualitas produk, Dinas Perkebunan terus mengembangkan berbagai inovasi, di antaranya pembangunan solar dryer atau rumah pengering, rumah produksi, serta penerapan teknologi pascapanen yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

Tidak hanya berfokus pada biji pala, pemerintah daerah juga mulai mendorong pemanfaatan daging buah pala yang selama ini belum dioptimalkan. Ke depan, bagian buah tersebut diharapkan dapat diolah menjadi pupuk organik maupun berbagai produk turunan bernilai tambah sehingga mampu memperkuat hilirisasi komoditas Pala Tomandin.

Widhi menegaskan bahwa percepatan pembangunan sektor perkebunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat adat, lembaga pendamping, dunia usaha, perguruan tinggi, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Kami membutuhkan mitra yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan komoditas unggulan daerah. Dengan kolaborasi yang kuat, pembangunan perkebunan akan semakin cepat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Melalui sinergi antara Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak dan Yayasan Akape Inma, diharapkan pengembangan Pala Tomandin Fakfak semakin terarah dan berbasis data yang kuat. Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang investasi, mempercepat hilirisasi, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Fakfak secara berkelanjutan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar
Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan
Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta
KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:21 WIT

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIT

Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:34 WIT

Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Berita Terbaru

Pau Cubarsi dan Lamine Yamal membawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026.

Olahraga

Dua Bintang Muda Antar Spanyol Raih Gelar Juara Dunia 2026

Senin, 20 Jul 2026 - 05:27 WIT