Ramai-Ramai Meningkatkan Popularitas Dengan Cara Menjatuhkan Pamor Anies

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Februari 2023 - 07:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tagarutama.com – Podcast YouTube yang dibawakan oleh Akbar Faizal dalam channelnya Akbar Faizal Uncensored menjadi semakin viral dan dijadikan potongan-potongan video yang dibagikan di berbagai media sosial lainnya seperti tiktok. Podcast tersebut menjadi viral ketika akbar faizal mengundang Erwin Aksa.

Akbar Faizal menanyakan perihal perjanjian antara Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno saat mencalonankan diri sebagai Gubernur DKI. Isi perjanjian tersebut menjadi polemik karena terkait dengan utang piutang, disampaikan Anies Baswedan sempat berhutang Pada Sandiaga Uno senilai 50 Miliar yang hingga saat ini belum dilunasi.

Menanggapi video tersebut muncul kemudian Video tiktok Sandiaga Uno yang berdurasi 59 detik berisi klarifikasi tentang penggunaan dana di Pilgub DKI 2017 yang diframing Anies berhutang kepada Sandi sebesar 50 miliar. Sandi sendiri yang menyatakan bahwa dana-dana yang dipakai dalam pilgub adalah bagian dari dana-dana yang digunakan untuk memperjuangankan kemenangan Anies-Sandi pada Pilkgub DKI 2017.

“Kalau tidak mau berkorban ya jangan jadi pejabat,” ujarnya Sandiaga Uno.

Menyatakan sesuatu yang belum pasti kebenarannya di depan umum sama dianggap sebagai penyebaran berita bohong. Jika ditarik ke pokok utama perihal apa yang melatarbelakangi Erwin Aksa menyebarkan berita bohong itu?. Untuk apa Erwin Aksa menyampaikan kebohongan tersebut? Jika untuk menaikkan elektabilitas pribadinya?.

Baca Juga :  Sandiaga Uno Pada Masyarakat Fakfak, Teruslah Menjaga Desa Dengan Baik dan Bijaksana

Sesuatu yang lumrah atau wahar jika kemudian pasangan dalam pilkada saling melengkapi kekurangan masing-masing, karena setiap orang ada kelebihan dan kekurangannya. Anies dan Sandi demikian juga, salah satunya punya kelebihan dari segi popularitas dan yang satunya dari segi pendanaan. Anies sudah sangat dikenal baik di kalangan warga Jakarta sedangkan Sandi punya kelebihan dari segi pendanaan.

Anies saat itu sebagai Gubernur yang paling sedikit harta kekayaannya. Dianggap sebagai Gubernur yang Anti Korupsi dan tidak menyalahgunakan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri seperti kebanyakan Gubernur yang lain. Tidak heran jika banyak Gubernur yang akhirnya terjaring OTT KPK.

Kejadian ini juga sekaligus mempertegas atas upaya yang keliru untuk mengincar Anies sebagai Gubernur yang korup. Beberapa isu terkait penyalahgunaan Dana Formula E telah dibantah. Bahkan BPK tiga kali berturut-turut menyatakan tidak ada penyimpangan dana di Formula E.

Hal ini diperkuat pula dengan telah dikeluarkannya hasil audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Jojo Sunarjo dan rekan, yang menyatakan bahwa gelaran Formula E bukannya rugi tapi untung 5.29 miliar.

Baca Juga :  Perpanjangan Masa Jabatan Kades dianggap Menimbulkan Sifat Koruptif

Sebelumnya Pernyataan Jokowi saat meninjau pembangunan sodetan menjadi perbincangan. Jokowi mengatakan proyek sodetan mangkrak hingga enam tahun karena kendala pembebasan lahan.

Padahal Anies sudah menyelesaikan 50 persen lebih dari proyek tersebut sebelum habis masa jabatan Gubernur DKI. Ini di sampaikan eks Tim TGUPP Tatak Ujiyati, bahwa proyek Sodetan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur (BKT) tetap berlangsung di era kepemimpinan Anies. Ia mengatakan, sebelum lengser, Anies sudah menyelesaikan 50 persen lebih dari proyek tersebut.

Disampaikan pula progres proyek itu, kata Tatak sudah mulai dilakukan Anies sejak tahun 2021 setelah dirinya mencabut kasasi soal gugatan dari warga Bidara Cina yang menolak uang ganti rugi di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sepertinya Anies akan terus diserang dengan berbagai framing buruk dan fitnah. Mereka akan berlomba-lomba untuk menjatuhkan pamor anies termasuk buzzerp yang dengan senang hati memanfaatkan situasi jika ada berita buruk tentang Anies. Mereka akan langsung menggorengnya dengan berita-berita kebohongan. Sedikit saja kesalahan akan selalu digunakan untuk menjatuhkan pamor Anies.(t.u/ffk)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berstatus Waspada hingga Siaga
Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi
MK Batalkan Frasa Penjelasan UU Polri yang Buka Celah Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil
Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Tegaskan Perang Bersama Melawan Narkotika
KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Publik Diminta Beri Informasi
Momen TEI 2025, Koperasi Myristica Fakfak Teken MoU dengan PT. Martina Berto & PT. Inovasia: Produk Lemak dan Manisan Pala Siap Go Nasional
Dorong Investasi, Samaun Dahlan & Donatus Nimbitkendik Koordinasi dengan KLHK untuk Sertifikasi Bandara Siboru
Investor Korea Lirik 20 Ribu Ha Lahan Bomberay, Fakfak Siap Jadi Sentra Perkebunan Baru

Berita Terkait

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:46 WIT

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berstatus Waspada hingga Siaga

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:20 WIT

Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi

Jumat, 14 November 2025 - 23:16 WIT

MK Batalkan Frasa Penjelasan UU Polri yang Buka Celah Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:02 WIT

Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Tegaskan Perang Bersama Melawan Narkotika

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:10 WIT

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Publik Diminta Beri Informasi

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT