Kayu Putih, Tanaman Tahan Api dengan Potensi Ekonomi Besar di Fakfak

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Februari 2025 - 14:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT bersama kelompok hilirisasi Karya Mandiri yang dipimpin oleh Albayan Iha berhasil panen kayu putih.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT bersama kelompok hilirisasi Karya Mandiri yang dipimpin oleh Albayan Iha berhasil panen kayu putih.

tagarutama.com, Fakfak – Kayu putih kini menjadi salah satu tanaman perkebunan yang diprioritaskan untuk dikembangkan di Fakfak. Selain memiliki daya tahan tinggi terhadap kebakaran, tanaman ini juga bernilai ekonomi karena dapat diolah menjadi minyak esensial yang digunakan dalam berbagai produk kesehatan dan kecantikan.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menyatakan bahwa saat ini hasil panen kayu putih telah diolah oleh kelompok hilirisasi Karya Mandiri yang dipimpin oleh Albayan Iha, menjadi produk minyak kayu putih dalam berbagai kemasan.

“Selain sawit, lada, tebu, dan kopi, kayu putih menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi besar di Fakfak. Kami merespons cepat permintaan masyarakat untuk melakukan penyulaman di lahan bekas kebakaran yang luasnya mencapai 12 hektare. Langkah ini tidak hanya menjaga kelangsungan produksi minyak kayu putih tetapi juga membantu mencegah kebakaran berulang,” jelas Widhi Asmoro Jati.

Baca Juga :  Pandoki dan Tembakau Negeri Jadi Identitas Budaya sekaligus Komoditas Ekonomi Lokal Fakfak

Selain manfaat ekonominya, kayu putih juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tanaman ini dikenal memiliki sifat yang tidak mudah terbakar serta mampu menghambat penyebaran api. Selain itu, akarnya yang kuat dapat membantu mencegah erosi dan memperbaiki struktur tanah di lahan-lahan yang rusak akibat kebakaran.

Baca Juga : Dinas Perkebunan Fakfak dan Masyarakat Adat Mitimber Rehabilitasi Lahan Bekas Kebakaran dengan 1.000 Pohon Kayu Putih

Lebih lanjut, Widhi Asmoro Jati menambahkan bahwa budidaya kayu putih juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Baca Juga :  BIN bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari Membangun Gedung PYCH di Manokwari Papua Barat

“Saat ini, daun kayu putih memiliki harga jual Rp 2.000 per kilogram. Daun ini dapat dijual ke kelompok Karya Mandiri untuk diolah menjadi minyak esensial yang digunakan dalam berbagai produk kesehatan dan aroma terapi, seperti minyak kayu putih, minyak angin, salep, sabun, hingga deterjen,” ungkapnya.

Dengan pengelolaan yang baik, budidaya kayu putih di Fakfak diharapkan dapat menjadi sektor unggulan yang tidak hanya membantu mengurangi risiko kebakaran hutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sumber pendapatan yang berkelanjutan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Hutan Adat ke Kebun Produktif: EcoNusa dan Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pekebun Pala melalui Perhutanan Sosial di Kampung Tetar
Pangdam XVIII/Kasuari dan Pemkab Fakfak Perkuat Komitmen Pengembangan Pala Tomandin Melalui Riset dan Hilirisasi Berkelanjutan
Mega Kapaurtutin Melaju ke Tahap Nasional Young Ambassador Agriculture 2026, Angkat Pala Tomandin Fakfak Ke Panggung Indonesia
Perluasan 50 Hektare Fokus di Werba Raya dan Malakuli, Pemkab Fakfak Perkuat Program Strategis Pala Unggul
SK Bupati Fakfak Nomor 500.8-25 Tahun 2026: Pala Tomandin Ditetapkan sebagai Tanaman Budidaya, Pelestarian, dan Konservasi
Perkuat Identitas Daerah, Fakfak Jadikan Pala Tomandin Materi Edukasi dan Inovasi Siswa
Dari Werba Utara, Semangat Bersama Menjaga Marwah Pala Fakfak: Kepala Kampung Kawal Langsung Edaran Bupati di Sentra Pembelian Pala
Jemput Aspirasi Musrenbang 2026, Dinas Perkebunan Fakfak Verifikasi Langsung Potensi Kampung di Distrik Furwagi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:16 WIT

Dari Hutan Adat ke Kebun Produktif: EcoNusa dan Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pekebun Pala melalui Perhutanan Sosial di Kampung Tetar

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:46 WIT

Pangdam XVIII/Kasuari dan Pemkab Fakfak Perkuat Komitmen Pengembangan Pala Tomandin Melalui Riset dan Hilirisasi Berkelanjutan

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:28 WIT

Mega Kapaurtutin Melaju ke Tahap Nasional Young Ambassador Agriculture 2026, Angkat Pala Tomandin Fakfak Ke Panggung Indonesia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:52 WIT

Perluasan 50 Hektare Fokus di Werba Raya dan Malakuli, Pemkab Fakfak Perkuat Program Strategis Pala Unggul

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:21 WIT

SK Bupati Fakfak Nomor 500.8-25 Tahun 2026: Pala Tomandin Ditetapkan sebagai Tanaman Budidaya, Pelestarian, dan Konservasi

Berita Terbaru