Kadis Perkebunan Fakfak: Program Pala Unggul 1.000 Hektare Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Investasi Masa Depan Petani OAP

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT melakukan sosialisasi program Peminatan Perluasan Lahan Pala Unggul 1.000 hektare.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT melakukan sosialisasi program Peminatan Perluasan Lahan Pala Unggul 1.000 hektare.

tagarutama.com, Fakfak – Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan bahwa Program Peminatan Perluasan Lahan Pala Unggul 1.000 hektare tidak semata-mata dinilai dari besaran bantuan yang diberikan kepada petani.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan sosialisasi program di sejumlah kampung terpilih di wilayah Kabupaten Fakfak.

“Program ini merupakan langkah strategis Pemerintah Daerah untuk menjaga keberlanjutan dan memperkuat posisi Pala Unggul Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah,” ujar Widhi.

Menurutnya, pengembangan pala saat ini tidak hanya diarahkan pada perluasan areal tanam, tetapi juga ditujukan untuk memperkuat rantai hilir, meningkatkan nilai tambah, serta mendorong kesejahteraan petani pala secara berkelanjutan.

“Kami tidak hanya fokus menambah luas kebun. Program ini juga mendorong penguatan hilirisasi dan peningkatan nilai ekonomi pala Fakfak,” jelasnya.

Baca Juga :  Pandoki dan Tembakau Negeri Jadi Identitas Budaya sekaligus Komoditas Ekonomi Lokal Fakfak

Widhi menambahkan, sasaran utama program diprioritaskan bagi petani Orang Asli Fakfak (OAP) yang memiliki lahan siap tanam serta belum pernah menerima bantuan program perluasan pala pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran kepala kampung dan tokoh adat dalam memastikan keabsahan lahan yang diusulkan.

“Kami sangat membutuhkan peran aktif kepala kampung dan tokoh adat agar proses pendataan berjalan jujur, terbuka, serta memastikan lahan yang diusulkan benar-benar aman dan tidak bermasalah,” tegasnya.

Lebih jauh, Widhi mengajak masyarakat agar tidak memandang program ini hanya dari sisi insentif tanam.

“Jangan melihat program ini hanya dari seberapa besar insentif yang diberikan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pala yang kita tanam hari ini menjadi investasi masa depan bagi generasi Fakfak,” katanya.

Baca Juga :  Jaga Mutu dan Citra Pala Tomandin, Dinas Perkebunan dan MPIG-PTF Sebar Pamflet Edukatif ke Pelaku Usaha

Menurutnya, pala merupakan tanaman perkebunan dengan nilai ekonomi tinggi, umur produksi panjang, serta memiliki pasar yang terus berkembang.

“Pala sangat tepat dijadikan tabungan hidup dan warisan usaha bagi keluarga petani di Fakfak,” ujarnya.

Widhi menegaskan, insentif tanam hanya berfungsi sebagai pemicu awal.

“Insentif hanyalah stimulan. Keberhasilan sesungguhnya terletak pada komitmen petani untuk merawat, menjaga, dan mewariskan kebun pala sebagai aset keluarga dan daerah,” tandasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Fakfak, khususnya petani OAP, untuk memanfaatkan program ini secara bertanggung jawab.

“Menanam pala hari ini berarti menyiapkan masa depan ekonomi Fakfak. Apa yang kita tanam sekarang akan kembali kepada kita dan anak cucu kita nanti,” tutup Widhi. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Investasi Sawit PT STM Agro Energi Masuki Tahap Pemetaan Lahan dan Persiapan AMDAL
Khom Wria, Wujud Nyata Fakfak Membara dalam Memberdayakan Mama-Mama Asli Fakfak
Lestarikan Pinang Endemik Fakfak, Dinas Perkebunan Tanam 1.600 Bibit di Kampung Kiat
Kesbangpol Fakfak Sosialisasikan Tata Kelola dan Legalitas Ormas untuk Perkuat Peran Organisasi di Masyarakat
Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026
BBPPTP Ambon Sertifikasi 40 Ribu Bibit Pala Tomandin Fakfak, Perkuat Ketersediaan Bibit Unggul Bersertifikat
PENAS XVII 2026: Produk Hilirisasi Pala Tomandin Fakfak Tampil Memukau di Ajang Nasional
Dorong Ekonomi Rakyat, Pemda Fakfak Kembangkan Tembakau Negeri Seluas 1 Hektare di Teluk Patipi dan Kramongmongga

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:12 WIT

Investasi Sawit PT STM Agro Energi Masuki Tahap Pemetaan Lahan dan Persiapan AMDAL

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:12 WIT

Khom Wria, Wujud Nyata Fakfak Membara dalam Memberdayakan Mama-Mama Asli Fakfak

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03 WIT

Lestarikan Pinang Endemik Fakfak, Dinas Perkebunan Tanam 1.600 Bibit di Kampung Kiat

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:41 WIT

Kesbangpol Fakfak Sosialisasikan Tata Kelola dan Legalitas Ormas untuk Perkuat Peran Organisasi di Masyarakat

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:33 WIT

Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026

Berita Terbaru