Ritual Meri Totora Disiapkan, Sinergi Adat dan Pemerintah Jaga Kualitas Pala Fakfak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 19:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ritual adat Meri Totora dihidupkan sebagai bagian dari langkah kolektif.

Ritual adat Meri Totora dihidupkan sebagai bagian dari langkah kolektif.

tagarutama.com, Fakfak – Lembaga kultur bersama tokoh adat di Kabupaten Fakfak mulai mematangkan persiapan pelaksanaan ritual adat Meri Totora. Tradisi ini kembali dihidupkan sebagai bagian dari langkah kolektif menjaga keberlanjutan pala Fakfak, komoditas unggulan yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.

Rapat persiapan digelar dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dewan Adat Mbaham Matta, Lembaga Masyarakat Adat (LMA), tokoh masyarakat, hingga perwakilan instansi teknis seperti Dinas Perkebunan dan Dinas Pertanian. Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan komitmen antara adat dan pemerintah.

Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, Apner Hegemur, menegaskan bahwa ritual Meri Totora bukan sekadar seremoni budaya, melainkan simbol keseimbangan antara manusia dan alam, khususnya dalam menjaga pohon pala sebagai warisan leluhur.

“Pala Fakfak adalah titipan nenek moyang yang harus kita rawat bersama. Ia bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga bagian dari jati diri masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua LMA Fakfak, Valentinus Kabes. Ia menekankan pentingnya peran seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pala melalui kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Baca Juga :  PT. Rimbun Sawit Papua dan Disbun Fakfak Perkuat Kemitraan Sawit Plasma di Bomberay dan Tomage

“Sejak dahulu, masyarakat adat sudah memiliki aturan dalam merawat pala. Nilai-nilai itu yang harus kita hidupkan kembali agar kualitas tetap terjaga,” katanya.

Meski dikenal memiliki mutu tinggi, pala Fakfak dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak kesejahteraan yang optimal bagi petani. Dalam perdagangan nasional, komoditas seperti cengkeh, lada, dan kakao masih lebih populer. Kondisi ini menjadi perhatian bersama untuk mendorong peningkatan daya saing pala Fakfak di pasar yang lebih luas.

Para tokoh adat mengingatkan, pada masa lalu masyarakat Fakfak mampu menembus jalur perdagangan hingga ke luar negeri seperti Singapura dan Belanda, meski dengan sarana terbatas. Keberhasilan itu ditopang oleh ketekunan serta kepatuhan terhadap nilai adat dalam mengelola kebun pala.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyoroti tiga aspek penting yang harus dibenahi, yakni kualitas produk, harga yang berpihak pada petani, serta sistem tata niaga yang lebih adil dan tertata.

Baca Juga :  Persiapan Manokwari Pro 2025 Hampir Tuntas, Papua Barat Siap Sambut Peselancar Dunia

“Pala bukan sekadar komoditas, tetapi identitas daerah. Jika kualitas terjaga, maka nilai jual akan ikut meningkat. Di sinilah pentingnya peran bersama antara pemerintah dan masyarakat adat,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa praktik kearifan lokal seperti sasi kera-kera perlu terus dipertahankan sebagai mekanisme sosial dalam menjaga mutu hasil pala.

“Apa yang diwariskan leluhur adalah investasi bagi generasi mendatang. Karena itu, nilai adat harus tetap menjadi pijakan dalam pengelolaan pala,” tambahnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen hadir sebagai mitra masyarakat adat dalam menjaga keberlanjutan komoditas tersebut.

Melalui persiapan ritual Meri Totora, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin kuat untuk merawat pohon pala sejak penanaman hingga panen. Sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengembalikan kejayaan pala Fakfak.

Upaya ini tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong pala Fakfak agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Fakfak Perkuat Pengendalian Pala, Sepakati Standar Mutu dan Harga Layak untuk Petani
OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas
Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu
Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global
Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:41 WIT

Ritual Meri Totora Disiapkan, Sinergi Adat dan Pemerintah Jaga Kualitas Pala Fakfak

Rabu, 22 April 2026 - 17:50 WIT

Pemkab Fakfak Perkuat Pengendalian Pala, Sepakati Standar Mutu dan Harga Layak untuk Petani

Kamis, 16 April 2026 - 11:11 WIT

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas

Jumat, 10 April 2026 - 12:20 WIT

Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIT

Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global

Berita Terbaru