Khom Wria, Wujud Nyata Fakfak Membara dalam Memberdayakan Mama-Mama Asli Fakfak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Mama Yuliana, warga Kampung Wartutin yang menerima manfaat Program Pondok Pinang

Tampak Mama Yuliana, warga Kampung Wartutin yang menerima manfaat Program Pondok Pinang "Khom Wria".

tagarutama.com, Fakfak – Rasa haru dan syukur terpancar dari wajah Mama Yuliana Pattipi, warga Kampung Wartutin, saat menceritakan perubahan yang dirasakannya setelah menerima manfaat Program Pondok Pinang “Khom Wria”, sebuah inovasi Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan yang ditujukan untuk memberdayakan mama-mama Orang Asli Fakfak (OAP).

Bagi Mama Yuliana, pondok yang kini menjadi tempatnya berjualan bukan sekadar bangunan. Lebih dari itu, pondok tersebut menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, dengan melihat secara langsung kondisi para pedagang kecil dan memberikan bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan tanpa harus mengajukan proposal atau permohonan.

Selama bertahun-tahun, Mama Yuliana menggantungkan penghasilan keluarganya dari penjualan pinang, sirih, tembakau negeri, kelapa, serta berbagai hasil kebun khas Fakfak. Selama itu pula, ia berjualan di sebuah gubuk sederhana yang dibangun secara swadaya. Ketika hujan turun, dagangannya kerap basah. Saat cuaca terik, ia tetap bertahan melayani pembeli di bawah sengatan matahari. Meski hidup dengan berbagai keterbatasan, semangatnya untuk bekerja demi keluarga tidak pernah surut.

Hal yang paling membekas di hati Mama Yuliana adalah karena bantuan tersebut diterima tanpa pernah diminta.

“Kami benar-benar bersyukur kepada Tuhan. Kami tidak pernah meminta ataupun mengajukan permohonan untuk dibangunkan pondok. Tetapi Tuhan membuka jalan lewat tangan pemerintah. Mungkin karena pemerintah turun langsung melihat usaha kami setiap hari, sehingga mengetahui bahwa kami memang benar-benar berjualan pinang, sirih, tembakau negeri, kelapa, dan hasil kebun lainnya,” ungkap Mama Yuliana dengan penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Pondok Pinang “Khom Wria” membawa perubahan besar bagi keberlangsungan usahanya.

“Dulu kami hanya berjualan di gubuk seadanya. Sekarang kami memiliki pondok yang jauh lebih layak. Pembeli menjadi lebih nyaman datang, dagangan terlindungi dari panas maupun hujan, dan kami bisa berjualan dengan lebih tenang. Kami merasa diperhatikan, dihargai, dan diberdayakan sebagai Orang Asli Fakfak,” tuturnya.

Mama Yuliana juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak, khususnya Bupati Fakfak, atas hadirnya Program Fakfak Membara yang dinilainya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.

Baca Juga :  Ratusan Ikan Ditemukan Mati di Sungai Klafdalim–Klasoh, Warga Moi Sigin Desak Pemerintah Periksa Sungai

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Fakfak. Program Fakfak Membara benar-benar kami rasakan manfaatnya. Pemerintah tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi turun langsung melihat keadaan masyarakat. Bantuan ini membuat kami semakin bersemangat untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semoga Tuhan memberkati Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Fakfak,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak yang telah menghadirkan program tersebut.

“Terima kasih kepada Dinas Perkebunan Fakfak yang telah membangun Pondok Pinang untuk kami. Bantuan ini menjadi penyemangat agar kami terus bekerja, menjaga pondok dengan baik, dan tetap memasarkan hasil kebun daerah. Kami berharap semakin banyak mama-mama Orang Asli Fakfak yang sungguh-sungguh berusaha dapat merasakan manfaat seperti yang kami alami,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, ST., MT., menjelaskan bahwa Program Pondok Pinang “Khom Wria” merupakan inovasi daerah berupa program bedah tempat usaha yang diperuntukkan bagi mama-mama Orang Asli Fakfak yang menggantungkan penghidupan dari penjualan pinang serta berbagai produk budaya dan kearifan lokal.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat) melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal dalam konsep Kampung Berdaya. Pemerintah ingin memastikan mama-mama Orang Asli Fakfak memiliki tempat usaha yang layak, aman, dan nyaman sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menjaga keberlangsungan komoditas unggulan daerah.

“Kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang selama ini berjuang mencari nafkah dari usaha kecilnya. Dengan tempat usaha yang lebih baik, diharapkan produktivitas meningkat, pendapatan keluarga bertambah, sekaligus produk-produk lokal Fakfak semakin dikenal dan tetap lestari,” jelas Widhi.

Ia menegaskan bahwa Program Khom Wria tidak menggunakan mekanisme pengajuan proposal ataupun permohonan bantuan. Pemerintah melakukan identifikasi dan pemantauan langsung di lapangan agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar aktif menjalankan usaha setiap hari, sehingga tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

Baca Juga :  Dari Hutan Adat ke Kebun Produktif: EcoNusa dan Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pekebun Pala melalui Perhutanan Sosial di Kampung Tetar

Pada kesempatan terpisah, Bupati Kabupaten Fakfak, Samaun Dahlan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan Program Pondok Pinang “Khom Wria”. Menurutnya, keberhasilan program tersebut merupakan hasil kerja bersama yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak beserta seluruh jajaran yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga Program Pondok Pinang ‘Khom Wria’ dapat diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terima kasih juga kepada mama-mama Orang Asli Fakfak yang terus bekerja dengan tekun menjaga dan memasarkan produk-produk lokal daerah. Semoga program ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak keberpihakan kepada masyarakat kecil dan semakin memperkuat semangat Fakfak Membara atau Membangun Bersama Rakyat,” ujar Samaun Dahlan.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak akan terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Saat ini, Program Khom Wria masih berstatus pilot project. Apabila pelaksanaannya menunjukkan hasil yang baik, Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan berkomitmen memperluas jangkauan program agar semakin banyak mama-mama Orang Asli Fakfak yang menjual pinang, sirih, tembakau negeri, kelapa, dan berbagai produk kearifan lokal memperoleh tempat usaha yang layak.

Lebih dari sekadar bangunan untuk berdagang, Pondok Pinang “Khom Wria” kini menjadi simbol harapan, kepedulian, dan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil yang bekerja dengan jujur dan penuh ketekunan. Dari pondok-pondok tersebut, berbagai komoditas unggulan khas Fakfak terus dipasarkan, menggerakkan roda perekonomian keluarga sekaligus menjaga kelestarian produk-produk lokal sebagai identitas daerah.

Melalui Program Fakfak Membara, Pemerintah Kabupaten Fakfak menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat hingga ke akar rumput, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang menjadi pelaku utama ekonomi kerakyatan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lestarikan Pinang Endemik Fakfak, Dinas Perkebunan Tanam 1.600 Bibit di Kampung Kiat
Kesbangpol Fakfak Sosialisasikan Tata Kelola dan Legalitas Ormas untuk Perkuat Peran Organisasi di Masyarakat
Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026
BBPPTP Ambon Sertifikasi 40 Ribu Bibit Pala Tomandin Fakfak, Perkuat Ketersediaan Bibit Unggul Bersertifikat
PENAS XVII 2026: Produk Hilirisasi Pala Tomandin Fakfak Tampil Memukau di Ajang Nasional
Dorong Ekonomi Rakyat, Pemda Fakfak Kembangkan Tembakau Negeri Seluas 1 Hektare di Teluk Patipi dan Kramongmongga
Kesbangpol Fakfak Monitoring Sekretariat Partai Politik, DPD PKS Apresiasi Langkah Pembinaan
Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Fakfak Awali Pekpekan Meri Totora dengan Penanaman Pala Tomandin Grafting

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:12 WIT

Khom Wria, Wujud Nyata Fakfak Membara dalam Memberdayakan Mama-Mama Asli Fakfak

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03 WIT

Lestarikan Pinang Endemik Fakfak, Dinas Perkebunan Tanam 1.600 Bibit di Kampung Kiat

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:41 WIT

Kesbangpol Fakfak Sosialisasikan Tata Kelola dan Legalitas Ormas untuk Perkuat Peran Organisasi di Masyarakat

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:33 WIT

Perkuat Pala Unggul Fakfak, Pemkab Bangun 10 Asaran Pala Tradisional di Kampung Sentra Produksi Tahun 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:12 WIT

PENAS XVII 2026: Produk Hilirisasi Pala Tomandin Fakfak Tampil Memukau di Ajang Nasional

Berita Terbaru