Sarasehan Kemerdekaan, GNB Sampaikan Delapan Pesan untuk Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa Sinta Nuriyah Wahid (kedua kanan) bersama Alissa Qotrunnada (kanan), Halida Hatta (tengah), Karlina Supelli (kedua kiri) dan Franz Magnis-Suseno (kiri) (foto :ist)

Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa Sinta Nuriyah Wahid (kedua kanan) bersama Alissa Qotrunnada (kanan), Halida Hatta (tengah), Karlina Supelli (kedua kiri) dan Franz Magnis-Suseno (kiri) (foto :ist)

tagarutama.com, Jakarta – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menggelar “Sarasehan Kemerdekaan” dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Graha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral Jakarta, Selasa (11/8).

Dengan tema “Demokrasi dan Amanat Kemerdekaan Menuju Indonesia Adil dan Makmur,” sarasehan ini menjadi ruang untuk mendengarkan pendapat  dan gagasan tokoh atau para ahli mengenai berbagai persoalan bangsa yang dihadapi saat ini.

Salah satu pendiri GNB, Sinta Nuriyah mengatakan Indonesia dalam kondisi tidak baik-baik saja. Ia melihat bangsa sedang tidak sehat dari dalam.

“Akhir-akhir ini bangsa kita dihadapkan pada kondisi yang sangat memprihatinkan: rakyat yang marah pada ketidakadilan, demonstrasi yang tidak kunjung henti, kelompok keamanan yang melakukan kekerasan berlebihan, tindakan-tindakan amoral  yang kian hari kian marak dan merebak, bahkan sampai membawa korban jiwa,” kata Sinta Nuriyah, seperti dikutip dari Tirto.

Menurut Sinta Nuriyah, sensitivitas kemanusiaan sebagai cermin tingginya peradaban telah hilang. Kondisi seperti ini merupakan tantangan yang perlu dicari jalan keluarnya.

Baca Juga :  Momen TEI 2025, Koperasi Myristica Fakfak Teken MoU dengan PT. Martina Berto & PT. Inovasia: Produk Lemak dan Manisan Pala Siap Go Nasional

Dalam sarasehan tersebut, GNB menekankan makna kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga kebebasan untuk berpendapat, berkumpul, dan berserikat. Kemerdekaan juga berarti terbebas dari kebodohan, kemiskinan, intimidasi, dan persekusi, serta memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam mengelola negara.

Gerakan Nurani Bangsa (GNB) juga menegaskan bahwa berdasarkan amanat konstitusi, kemerdekaan harus mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh bangsa. Untuk itu, melalui sarasehan ini, GNB menyampaikan Delapan Pesan Kemerdekaan, yaitu:

1. Adil dan makmur adalah tujuan berbangsa dan bernegara, dengan prasyarat merdeka, bersatu, dan berdaulat.
2. Rasa aman warga adalah ukuran nyata kemerdekaan.
3. Demokrasi dan hukum harus kembali berpijak pada kedaulatan rakyat.
4. Profesionalitas TNI-Polri perlu dijaga sebagai fondasi demokrasi.
5. Sumber daya alam dan anggaran publik harus diarahkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
6. Etika dan keteladanan pemimpin adalah fondasi yang tidak bisa ditawar.
7. Pendidikan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia adalah investasi masa depan bangsa.
8. Masyarakat sipil adalah pelaku cipta-bersama demokrasi, bukan sekadar penonton.

Baca Juga :  Pendidikan Ala Militer Disorot, Dr. Gamal Tawarkan Alternatif Berbasis Restoratif dan Psikososial

Melalui delapan pesan tersebut, Gerakan Nurani Bangsa mengajak segenap elemen bangsa, penyelenggara negara, dunia usaha, tokoh agama, kalangan kampus, media, dan masyarakat untuk bersama-sama merawat cita-cita kemerdekaan menuju Indonesia yang adil dan makmur.

Sejumlah anggota Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang turut hadir antara lain : Dr. (HC) Nyai Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Franz Magnis-Suseno, SJ, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Erry Riyana Hardjapamekas, Dr. (HC) H. Lukman Hakim Saifuddin, Pdt. Gomar Gultom, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Prof. Dr. M. Amin Abdullah, Dr. Karlina Rohima Supelli, Pdt. Jacky Manuputty, Laode Muhammad Syarif, Ph.D., Dr. A. Setyo Wibowo, SJ, dan Alissa Q. Wahid. (TU-JM)

 

 

(Sumber :Press release GNB)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Damai Greenpeace Soroti Jejak Nikel yang Mengancam Raja Ampat
BPK RI Nyatakan Pengelolaan Dana Bantuan Politik PKS Tahun 2025 Sesuai Ketentuan
Audience Hangat Bupati Fakfak dan Menteri Pertanian RI: “Pala dan Kelapa, Masa Depan Ekonomi Fakfak”
Lima Pekebun Pala Fakfak Wakili Papua Barat dalam Konsolidasi Pertanian Papua 2026 di Jakarta
Akhirnya Tembus 20 Besar Nasional, Duta Pala Fakfak Mega Kapaur Siap Harumkan Nama Daerah di PENAS XVII Gorontalo
Perkuat Mandatory ISPO dan Program B50, Fakfak Hadir Bersama 45 Peserta Se-Indonesia Dorong Sawit Berkelanjutan dan Perkebunan Rakyat
Cak Imin: Pekerja Adalah Aset Bangsa yang Wajib Dilindungi
Kemenhaj Sambut Fatwa Muhammadiyah soal Penyembelihan Dam di Tanah Air

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:14 WIT

Sarasehan Kemerdekaan, GNB Sampaikan Delapan Pesan untuk Indonesia

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:54 WIT

Aksi Damai Greenpeace Soroti Jejak Nikel yang Mengancam Raja Ampat

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:18 WIT

BPK RI Nyatakan Pengelolaan Dana Bantuan Politik PKS Tahun 2025 Sesuai Ketentuan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:40 WIT

Audience Hangat Bupati Fakfak dan Menteri Pertanian RI: “Pala dan Kelapa, Masa Depan Ekonomi Fakfak”

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:17 WIT

Lima Pekebun Pala Fakfak Wakili Papua Barat dalam Konsolidasi Pertanian Papua 2026 di Jakarta

Berita Terbaru